Round-Up

Kader PAN 'Geregetan' dengan Bara Hasibuan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Apr 2019 21:35 WIB
Waketum PAN Bara Hasibuan didesak dipecat dari posisinya. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Kursi Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan kembali digoyang. Kali ini, kader PAN 'geregetan' dan mendesak Bara dipecat dari posisinya.

Sikap tersebut dituangkan kader dan pengurus PAN melalui sebuah petisi. Lebih dari 100 kader-pengurus yang mendesak Bara dipecat.

"Siapa pun yang tidak patuh terhadap hasil Rakernas PAN yang memutuskan mendukung pasangan Prabowo-Sandi, maka partai harus memberikan sanksi yang tegas. Apalagi kalau dia elite partai yang seharusnya memberikan contoh yang baik untuk taat terhadap keputusan partai," ujar Wasekjen PAN Soni Sumarsono yang ikut terlibat dalam petisi, Minggu (28/4/2019).


Senada dengan Soni, Ketua DPP PAN Yahdil Abdi Harahap 'geregetan' karena Bara dinilai menciderai partai. Seperti diketahui, Bara dengan jelas mendukung capres Jokowi meski PAN berkoalisi dengan capres Prabowo Subianto.

"Suara-suara pemecatan Bara sebenarnya sudah sejak lama sejak beliau terang-terangan mendukung 01, Pak Jokowi. Ini sebenarnya melanggar partai. Kebetulan ini pada saat yang sensitif ketika kader memaksimalkan suara partai dan menjaga dukungan ke 02. Ini menciderai partai," kata Yahdil.


Melihat fenomena ini, DPP PAN menyebut petisi yang beredar merupakan sikap kecewa pengurus kepada Bara. Para pengurus disebut kecewa karena pernyataan-pernyataan Bara yang berseberangan dari keputusan partai, salah satunya soal peluang reposisi PAN dengan koalisi Jokowi.

"Petisi itu kelihatannya adalah bentuk ketidakpuasan dari para pengurus atas sikap dan pernyataan politik Bara Hasibuan yang selama ini dinilai berbeda dengan keputusan dan kebijakan partai. Kalau perbedaan sikap itu tidak diumbar ke publik, mungkin semuanya bisa memahami. Tetapi jika diumbar ke publik dan isinya selalu berbeda dengan kebijakan yang ada, banyak di antara teman pengurus yang merasa kecewa," ujar Wasekjen DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan.
Selanjutnya
Halaman
1 2