DetikNews
Minggu 28 April 2019, 15:45 WIB

ACT dan Peace Winds Japan Resmikan 160 Unit Shelter di Palu

Tia Reisha - detikNews
ACT dan Peace Winds Japan Resmikan 160 Unit Shelter di Palu Foto: Dok ACT
Jakarta - Dalam rangkaian percepat pemulihan pascabencana gempa bumi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah, ACT berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan Peace Winds Japan (PWJ). Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun sebuah kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa bumi yang melanda pada 28 September 2018 silam masih hangat dalam ingatan. Sejak hari pertama bencana, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah hadir untuk merespons bencana yang merusak ribuan rumah warga dan menelan ribuan korban jiwa. Setelah lebih dari 6 bulan pasca bencana, ACT terus membersamai para penyintas.


"Pada 30 September 2018, salah satu mitra ACT, Peace Winds Japan datang untuk memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan bersama dengan ACT sejak awal fase emergency di Lombok hingga fase pemulihan di Palu," papar Senior Vice President Global Distribution Program ACT N. Imam Akbari dalam keterangan tertulis, Minggu (28/4/2019).

Hunian Nyaman Terpadu ini mampu menampung 160 Kepala Keluarga (KK). Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, hunian ini dilengkapi fasilitas yang memadai seperti ketersediaan klinik kesehatan, kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), fasilitas air dan mandi cuci kakus (MCK), tempat bermain anak, dapur umum, serta masjid.

Sejalan dengan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Norma Mardjanu menyampaikan apresiasinya kepada ACT dan Peace Winds Japan yang hingga kini terus peduli terhadap para korban bencana alam di Sulawesi Tengah dengan membangun hunian sementara.

"Saya meminta kepada para penghuni yang menempati hunian nyaman terpadu ini agar hunian ini benar-benar dijaga dan dirawat serta digunakan sebaik mungkin," ungkapnya.

Direktur Overseases Program Peace Wind Japan (PWJ) Rika Yamamoto pun menyampaikan lembaga PWJ terpanggil untuk membantu warga di Pasigala lewat ACT. Hal ini karena melihat kondisi bencana yang dialami di daerah ini hampir sama dengan yang dialami Jepang pada 2011 silam.

"Lembaga kami memang konsen kepada kebencanaan. Pada bencana gempa dan tsunami di Jepang, Peace Wind Japan juga turun langsung membantu para korban bencana," jelasnya.

Director of Program ACT Bambang Triyono menambahkan saat ini ACT telah membangun 11 lokasi kompleks hunian nyaman terpadu yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala dengan total shelter yang dibangun sebanyak 1.026 unit.


"Kolaborasi ini adalah salah satu wujud dari komitmen kami untuk memberikan bantuan sebanyak mungkin orang. Harapan kami, fasilitas komunal ini memberikan manfaat, dapat membantu perbaikan taraf hidup, dan dapat memberikan harapan yang lebih baik bagi kehidupan mereka di masa depan," ujarnya.

"ACT selalu total dalam menangani krisis kemanusiaan, termasuk dalam kebencanaan di sini. Harapan kami ke depannya, masyarakat dan pelaku usaha lain pun dapat mengikuti jejak yang dilakukan PWJ agar masalah hunian bagi para korban cepat terselesaikan," tutup Bambang.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed