detikNews
2019/04/11 13:14:14 WIB

Berawal dari Bully di Medsos, Begini Kronologi Kasus Audrey

Haris Fadhil - detikNews
Halaman 2 dari 2
Berawal dari Bully di Medsos, Begini Kronologi Kasus Audrey Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Fuad Hashim/detikcom)


9 April 2019

Kasus dugaan kekerasan ini viral lewat tagar JusticeForAudrey di media sosial Twitter. Pada Selasa (9/4/2019), tagar tersebut menduduki posisi nomor 1 di Indonesia dan dunia.

Salah satu akun yang menceritakan kisah A adalah @syarifahmelinda. Hingga Selasa (9/4), cuitan @syarifahmelinda di-retweets lebih dari 9.400 pengguna Twitter.

"Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak," cuit @syarifahmelinda.

A dirawat di RS akibat dugaan kekerasan yang dialaminya.



10 April 2019

-Pukul 12.20 WIB

Perkara yang sampai memicu petisi viral 'Justice for Audrey' ini sudah ditingkatkan ke penyidikan. Polisi juga meminta hasil visum A pada pihak RS.

"Saat ini dari pihak Polresta sudah melakukan proses penyidikan, sudah ditingkatkan menjadi penyidikan bukan lagi penyelidikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

-Pukul 14.33 WIB

Polisi menyatakan ada 4 orang yang sedang diperiksa di Polresta Pontianak terkait dugaan kekerasan terhadap A. Mereka yang diperiksa berstatus sebagai saksi.

"Untuk terduga pelaku pun saat ini lagi diproses, di-BAP oleh Polresta Pontianak. Kalau yang beredar luas itu kan 3 orang (terduga pelaku), namun bisa saja nambah. Diperiksa sebagai saksi itu ada 4 orang hari," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, Rabu (10/4/2019).


Berawal dari Bully di Medsos, Begini Kronologi Kasus AudreySaat siswi SMA terkait kekerasan A buka suara (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc)

-Pukul 15.11 WIB

Polisi memaparkan hasil visum terhadap A. Visum dilakukan sepekan setelah dugaan pengeroyokan terjadi di rumah sakit tempat A dirawat.

Hasil visum dipaparkan oleh Kapolresta Pontianak Kombes M Anwar Nasir dalam jumpa pers di Pontianak, Rabu (10/4/2019). Jumpa pers ini disiarkan lewat Instagram Live kapolresta_ptk_kota.

"Hasil pemeriksaan visum dari RS Pro Medika baru keluar tertanggal hari ini," kata Anwar.

Anwar lalu membacakan hasil visum dari rumah sakit. Dari hasil visum, kepala korban tidak bengkak dan tidak ada benjolan. Tidak ada memar di mata dan penglihatan normal.

Anwar mengatakan, dari pengakuan korban, terduga pelaku sempat menekan alat kelamin korban. Berdasarkan hasil visum, tidak ada bekas luka di alat kelamin.

"Alat kelamin, selaput dara atau hymen, intact. Tidak tampak luka robek atau memar," ucap Anwar.

"Kulit tidak ada memar, lebam, maupun bekas luka," tambahnya.



-Pukul 19.30 WIB

Polisi menyatakan telah menetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang dialami A. Ketiga orang yang menjadi tersangka itu ialah Ar, Ec alias NNA, dan Ll.

Mereka dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 3,5 tahun penjara.

Pukul 22.01 WIB

Tujuh dari 12 siswi SMA yang terkait kasus dugaan kekerasan terhadap A, memberikan klarifikasi. Ketujuh pelajar didampingi komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Pontianak Alik R Rosyad dan sejumlah keluarga.

Mereka secara bergantian menyampaikan permintaan maaf kepada korban A. Di antara mereka ada yang mengaku tidak berada di dua lokasi kejadian di Aneka Pavilion di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya di Sutan Syahrir, Pontianak, pada Jumat (29/3).

Dikutip dari Antara, para pelajar itu menyebut tidak melakukan pengeroyokan. Mereka mengaku berkelahi satu lawan satu, sementara teman-teman yang lain hanya menyaksikan. Ada juga yang mencoba melerai perkelahian tersebut.

"Jadi kami tidak mengeroyok Aud. Kami berkelahi satu lawan satu," kata salah satu pelajar tersebut.

Ketiga tersangka penganiayaan terhadap A, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, pihak keluarga, serta masyarakat luas. Mereka juga menyatakan menyesal.

"Kami menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, pihak keluarga, dan masyarakat umum," kata salah seorang tersangka dalam jumpa pers di Mapolresta Pontianak seperti dilansir Antara, Rabu (10/4).


Saksikan juga video 'Ombudsman dan KPAI Soroti Bullying Audrey':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed