detikNews
Selasa 02 April 2019, 15:30 WIB

BPN Prabowo Tuding Upaya Pemenangan Petahana Juga Terjadi di Malaysia

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
BPN Prabowo Tuding Upaya Pemenangan Petahana Juga Terjadi di Malaysia Foto: Ahmad Muzani (Tsarina/detikcom)
Jakarta - KJRI Jeddah membantah tudingan Imam Besar FPI Habib Rizieq yang menyebut Menlu Retno Marsudi mengajak WNI di Arab Saudi menangkan Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan tidak hanya Rizieq, pihaknya juga mendapat laporan.

"Kalau KJRI di mana-mana, KJRI yang setahu saya kadang-kadang agak begitu sih memang. Ya seperti yang dikatakan Habib Rizieq. KJRI apa begitu. Gue ngerasain sih, dapet laporan juga. Bukan hanya Habib Rizieq yang dapet laporan," kata Wakil Ketua BPN Ahmad Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Muzani mengaku juga mendapat laporan ada upaya untuk menggerakkan agar memenangkan capres petahana Joko Widodo di Malaysia. Selain itu, ada juga laporan soal gambar anak SD yang berfoto bersama poster salah satu caleg yang merupakan anak Duta Besar Indonesia untuk Malaysia.

"Bau-baunya begitu (ada pengerahan untuk mendukung Jokowi). Dapat, dapat laporan. Di Malaysia sama juga. Iya, di Malaysia. Kan anaknya Duta Besar, calon (legislatif). Di SD lagi, tempat SD," ujar Muzani.

Muzani mengatakan BPN menyerahkan kepada pengawas pemilu untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya, ada potensi kecurangan di luar negeri karena ada jeda waktu antara pencoblosan dengan pembukaan kotak suara.

"Masalahnya begini, pencoblosan di luar negeri, kaya di Saudi itu hari Minggu, hari Jumat, karena hari libur. Pemilu di sini hari Rabu. Di Hongkong, di Taiwan, di Malaysia hari Minggu, di sini hari Rabu. Kertas suara dimasukin kotak suara, kotak suara baru mau dibuka hari Rabu. Berapa hari tuh (jedanya)?" ucapnya.

Kotak suaran itu dibawa dari daerah-daerah yang jauh dari konsulat. Jadi, kotak itu baru dibuka beberapa hari kemudian, tidak langsung seperti di Tanah Air.

"Jadi nanti kotak suara nanti dibawa dari daerah-daerah terpencil yang jauh-jauh, yang di sebutkan Habib Rizieq itu, dibawa dulu ke Konsulat Jenderal, ada yang dibawa ke KBRI, jaraknya ratusan kilometer. Sampai di Konsulat Jenderal atau sampai di KBRI disimpen di situ, kotak suara. Bukanya sekian hari kemudian, kalau di sini kan langsung, begitu soalnya," imbuh Muzani.
Sebelumnya, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

"Bahkan belakangan ini kita juga mendapatkan informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, seperti di Qasim, kemudian juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawarkan sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau melakukan apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti dilihat detikcom, Senin (1/4).

KJRI Jeddah membantah pernyataan Habib Rizieq, yang menyebut Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi. Hal itu dinyatakan tidak benar.

"Tidak benar bahwa Menlu RI mengajak pejabat dan staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu calon pada Pemilu 2019," demikian pernyataan KJRI Jeddah lewat pernyataan tertulis.


Saksikan juga video 'Indo Barometer Prediksi Jokowi-Ma'ruf Menang di Pilpres 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed