5 Fakta Habib Rizieq yang Lempar Isu Panas ke Jokowi Jelang Pilpres

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Apr 2019 14:50 WIB
5 Fakta Habib Rizieq yang Kembali Serang Jokowi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali melemparkan isu panas terkait capres incumbent Joko Widodo (Jokowi) dari Arab Saudi. Ada beberapa fakta tentang Habib Rizieq. Apa saja?

Habib Rizieq lahir di Jakarta, pada 24 Agustus 1965. Saat ini dia berumur 53 tahun.

Berikut fakta tentang Habib Rizieq.



1. Silsilah

Habib Rizieq merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Dia anak dari pasangan Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Alatas.

Orangtuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami (sekelompok penduduk nomaden yang berasal dari wilayah Hadhramaut, Yaman). Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab merupakan salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia. Pandu Arab Indonesia merupakan sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia keturunan Arab yang berada di Jakarta, yang kemudian berganti menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Ayahnya wafat pada tahun 1966 saat Rizieq berusia 11 bulan. Kemudian Rizieq hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah. Ibunya bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin.

Rizieq tidak dididik di pesantren. Setelah berumur empat tahun ia mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya.

2. Pendidikan

Rizieq bersekolah di SDN 1 Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemudian dia melanjutkan ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta Pusat. Namun dia pindah ke sekolah yang dekat rumah yaitu SMP Kristen Bethel Petamburan. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA Islamic Village Tangerang pada tahun 1982.

Pada tahun 1983, Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Setelah satu tahun menempuh studi, ia mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Kemudian dia melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqh) ke King Saud University yang ditempuh selama empat tahun. Pada tahun 1990, Rizieq lulus dengan predikat Cum Laude.

Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun. Setelah itu ia kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena alasan biaya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ia mampu melanjutkan pendidikannya di bidang Syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada tahun 2008 di Universitas Malaya dengan tesis berjudul 'Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia'.

Pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Saat ini ia sedang menyelesaikan disertasinya yang berjudul 'Perbedaan Asal dan Cabang Ahlussunah Wal Jama'ah' di bawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria.



3. Pekerjaan

Pada tahun 1992 sebelum kembali ke Indonesia, Habib Rizieq bekerja sebagai guru SMA selama sekitar satu tahun di Arab Saudi. Pekerjaan itu dilakukannya setelah menyelesaikan studi sarjananya di King Saud University.

Sepulangnya ke Indonesia, Habib Rizieq menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah di Jamiat Kheir hingga tahun 1996, selain memberikan ceramah agama.

Usai tidak lagi menjadi kepala sekolah, ayah seorang putra dan enam putri ini masih aktif mengajar di sekolah sebagai guru Fiqih atau Ushul Fiqh. Pengalaman organisasinya dimulai saat ia menjadi anggota Jamiat Kheir. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di BPRS At-Taqwa, Tangerang. Ia juga adalah ketua sejumlah Majelis Taklim Jabotabek.

4. Front Pembela Islam

Habib Rizieq Shihab merupakan pendiri Front Pembela Islam (FPI). Dia mendeklarasikan berdirinya FPI pada 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. FPI merupakan organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta.

5. Sebut Menlu Instruksikan Staf Menangkan Jokowi

Terbaru, Habib Rizieq Shihab melemparkan serangan kepada Jokowi dari Arab Saudi. Rizieq mengaku mendapat kabar Menlu Retno Marsudi menggalang kemenangan Jokowi dan kabar supaya surat suara di Saudi tercoblos nama Jokowi.

Kabar tersebut disampaikan Rizieq dalam tayangan yang ditayangkan Front TV. Rizieq menyebut Retno tanpa malu-malu meminta staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Rizieq mengaku mendapat informasi tersebut dari WNI yang bekerja di KBRI dan KJRI. Para staf KBRI dan KJRI, sebut Rizieq, merasa hak untuk memilih dalam Pilpres 2019 terancam.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan informasi yang disampaikan Rizieq tidak benar. Kemlu mengakui, memang benar Retno saat itu sempat berada di Saudi, namun kunjungan Retno ke Jeddah saat itu dalam rangka peresmian gedung.

Senada dengan Kemlu, KJRI Jeddah menjelaskan tidak benar Retno mengajak pejabat dan staf KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. KJRI Jeddah mengatakan bahwa Retno menyampaikan isu peningkatan pelayanan publik bagi WNI dan peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Saudi.

Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar, juga menegaskan tudingan Rizieq, yang menyebut elite parpol pro-Jokowi mengontak para ketua TPS di Arab Saudi guna memuluskan pemenangan Jokowi, tidak benar. Kepastian itu didapatkan setelah Bawaslu mengkonfirmasi berbagai pihak. (nwy/van)