DetikNews
Selasa 02 April 2019, 05:57 WIB

TKN Singgung Skandal 'Kardus', BPN Prabowo: Lucu!

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
TKN Singgung Skandal Kardus, BPN Prabowo: Lucu! Dradjad Wibowo (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyinggung skandal 'kardus' saat menanggapi bagi-bagi kursi menteri di koalisi Prabowo-Sandiaga. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun heran dengan sikap TKN.

"Justru lucu kalau ada orang TKN yang ribut mengenai pembahasan kursi kabinet (koalisi lain). Bahkan sampai menuduh pragmatis," ujar anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo, kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

[Gambas:Video 20detik]


Dradjad menegaskan skandal kardus merupakan fitnah belaka, mengingat Prabowo-Sandiaga memiliki keterbatasan dana.

"Soal kardus, itu fitnah. Buktinya, lihat saja betapa terbatasnya logistik koalisi 02. Tidak ada video puluhan atau ratusan kontainer logistik Prabowo-Sandi dan parpol koalisinya sedang beriringan. Tidak ada bagi-bagi bingkisan barang dan uang yang masif ke banyak pelosok," tuturnya.

"Yang ada justru rakyat ikut menyumbang. Di Surabaya dan Sidoarjo, tanggal 31 Maret kemarin, saya tidak sanggup menahan haru melihat guru, pekerja, dan unsur rakyat lainnya menyumbangkan uang secara spontan. Itu faktanya. Tidak lebih tidak kurang," imbuh Dradjad.

Lagi pula, kata Dradjad, persoalan bagi-bagi kursi menteri di koalisi Prabowo-Sandiaga bukanlah urusan TKN. Toh, pada Pilpres 2014, hal yang sama dilakukan Jokowi.

"Kenapa? Dulu waktu kampanye 2014 kan ramai diteriakkan, koalisi Jokowi-JK tidak akan bagi-bagi kursi menteri ke parpol. Hebatnya lagi, janjinya tidak boleh ada menteri merangkap sebagai ketum parpol. Faktanya, janji-janji itu diingkari. Bahkan Ketum parpolnya, kang Ace, merangkap sebagai menteri sekaligus. Itu bukan pragmatis?" katanya.

Dradjad juga menjelaskan, blak-blakannya Prabowo dan pihaknya soal kursi menteri ini dilakukan lantaran eks Danjen Kopassus itu memang jujur dan apa adanya. Prabowo enggan membohongi rakyat.

"Itulah koalisi Prabowo-Sandi. Jujur, apa adanya. Tidak mau membohongi rakyat. Saya tidak dalam posisi mengkonfirmasi atau membantah pernyataan Hashim Djojohadikusumo. Tapi wajar jika ada pembahasan soal kabinet antarparpol. Tentu ada pembahasan juga dengan Demokrat dan Berkarya, selain Gerindra sendiri," ujar Dradjad.

"Jika ada orang TKN ngomong ini-itu soal 'bagi-bagi kursi', Allah SWT maha-mengetahui, apakah mereka sedang berbohong atau tidak. Tidak usah saya komentari," sambung dia.


Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma'ruf menilai pernyataan Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, soal bagi-bagi kursi menteri menunjukkan koalisi yang pragmatis. TKN juga menyinggung skandal 'kardus' yang sempat mencuat saat pencalonan Sandiaga Uno sebagai cawapres.

"Ini menunjukkan karakter koalisi yang dibentuk untuk tujuan-tujuan pragmatis: bagi-bagi kursi menteri. Hal ini mengkonfirmasi peristiwa sebelumnya yang dikenal dengan skandal bagi-bagi kardus," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (1/4).


Saksikan juga video 'Panas 'Jenderal Kardus', Situs PKS Sempat Diretas':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/aik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed