"Semua pasangan calon dan peserta pemilu tentu ingin meraih kemenangan, tetapi hendaknya kemenangan itu diraih dengan cara-cara yang taat asas, edukatif, serta tetap menjunjung etika politik yang berkeadaban," ujar Bamsoet dalam pidatonya di rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Menurut Bamsoet, 17 April nanti adalah ujian bagi demokrasi. Sejarah pemilu Indonesia, menurutnya, selama ini selalu berjalan damai karena sekeras apa pun persaingan dalam pemilu dan pilkada akan selalu berujung aman dan damai.
"Sekali lagi, jika kita lolos melaksanakan pemilu serentak ini dengan damai, maka Indonesia akan dicatat dengan tinta emas oleh dunia sebagai negara dengan demokrasi yang matang. Bahkan dengan tingkat kemajemukan bangsa dan kerumitan pemilu yang luar biasa, Indonesia akan menjadi pendatang baru sebagai kampiun demokrasi di dunia," ucapnya.
Bamsoet meminta KPU dan Bawaslu menjadi penyelenggara pemilu yang profesional. Dia juga meminta TNI dan Polri bisa menciptakan suasana aman sampai tahapan pemilu berakhir.
"Lebih daripada itu, kantor-kantor pemerintah tidak boleh terganggu dan tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," tegasnya.
DPR akan mulai memasuki masa reses pada 29 April-7 Mei 2019. Bamsoet pun mendoakan kelancaran dan kesuksesan bagi para anggota Dewan yang akan kembali turun ke dapil masing-masing.
"Ayo ajak masyarakat sebagai pemilih untuk berbondong-bondong datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019. Gunakan kesempatan di TPS untuk memilih pasangan calon presiden dan caleg yang terbaik dengan cara yang bebas, jujur, dan adil demi masa depan Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih adil serta sejahtera," pungkasnya. (azr/idh)











































