DetikNews
Jumat 22 Maret 2019, 22:46 WIB

Round-Up

Siapa Bunuh Wanita Berjilbab dalam Mobil di Gowa?

Tim detikcom - detikNews
Siapa Bunuh Wanita Berjilbab dalam Mobil di Gowa? Sulaiha Djafar yang ditemukan tewas dalam mobil di Gowa (Foto: dok. Istimewa)
Gowa - Polisi menduga pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM) Sulaiha Djafar, yang ditemukan tewas di dalam mobil di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), merupakan korban pembunuhan. Pembunuh Sulaiha masih diselidiki polisi.

"Penyebab kematian tidak wajar, dugaannya pembunuhan," ujar Kepala RS Bhayangkara Makassar Kombes Farid Amansyah pada Jumat (22/3/2019).


Jenazah Sulaiha ditemukan warga Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, dalam sebuah mobil berwarna biru, Jumat (22/3), sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, leher mayat tersebut tersangkut sabuk pengaman.

"Kami mendapatkan kiriman mayat dari polisi," kata Paur Doksit Biddokes RS Bhayangkara AKP Zulkarnaen saat dimintai konfirmasi detikcom.

Wanita tersebut kemudian diketahui merupakan pegawai di UNM. Di UNM, Sulaiha bekerja di bagian rumah tangga. Dia juga memiliki tiga anak.

"Nama yang meninggal adalah Sulaiha Djafar dan merupakan pegawai kami di UNM," kata Kepala Humas UNM Burhanuddin saat dimintai konfirmasi detikcom.

Identitas jenazah semakin jelas terkuak. Kepala Seksi Penyuluhan Kehutanan UPT Kehutanan Barru, Laode, membenarkan Sulaiha adalah istri pejabat Dinas Kehutanan Pemkab Barru. Suami Sulaiha pun langsung menuju Makassar.

"Benar, istrinya Kepala Cabang Dinas Kehutanan Barru, Pak Sukri, saya sedang menuju ke Makassar mengecek langsung," kata Laode saat dihubungi detikcom.

Dari pemeriksaan mobil, diketahui dompet dan uang Sulaiha masih utuh. Polisi menemukan batu dan bercak darah di dalam mobil korban.

"Ditemukan sampel darah dari kain jok mobil," kata Kasubbag Humas AKP M Tambunan kepada detikcom.



Kepala RS Bhayangkara Makassar Kombes Farid Amansyah mengatakan, untuk sementara, tim Kedokteran Polda Sulsel hanya melakukan visum luar terhadap korban. Pada tubuh korban didapati tanda-tanda kekerasan di kepala dan penyumbatan di bagian pernapasan.

"Memang ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul di pipi sebelah kiri dan penyumbatan jalan napas di bagian luar, maksudnya di leher," sebut Kombes Farid.

Namun, untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang dinilai tidak wajar tersebut, tim Kedokteran Polisi Polda Sulsel masih harus melakukan autopsi di dalam tubuh korban.

"Kita masih tunggu persetujuan keluarga dan surat permintaan penyidik. Kalau sudah ada, langsung autopsi untuk memastikan penyebab kematian," tutur Farid.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed