detikNews
Jumat 22 Maret 2019, 09:05 WIB

Round-Up

Teka-teki Pemecatan Nurullita Usai Datangi Acara Jokowi

Ahmad Bil Wahid, Herianto Batubara - detikNews
Teka-teki Pemecatan Nurullita Usai Datangi Acara Jokowi Foto: Nurullita (jilbab biru) di gedung Kemenaker, Jakarta Selatan. (Bil Wahid-detikcom)
Jakarta - Kasus Nurullita (40) yang putus kerja setelah menghadiri acara relawan bersama capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor menimbulkan teka-teki. Pasalnya, pengakuan Nurllita dipecat dibantah oleh pihak perusahaan.

Nurullita melaporkan pemberhentian kerjanya ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Dia mengaku dipecat pada 25 Februari lalu, tepat sehari sebelum sebelum deklarasi Jokowi.

Dia mengaku sempat meng-upload foto dan video terkait acara itu. Tapi ternyata, tindakan itu, kata Nurullita, justru menjadi bahan olok-olok rekan kerjanya di grup WhatsApp.

"Hari Minggu tanggal 24 Februari, saya mengunjungi di acaranya Bapak Jokowi, dalam perjalanan itu saya sudah mulai di-bully," ujar Nurullita di gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).



Keesokan harinya, Nurullita mengaku dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Joko Widodo.

"Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. 'Kamu memilih Jokowi, tapi kamu mencari makan di sini, malu dong,' itu kalimat terakhir dia (atasan)," kata Nurullita menirukan ucapan atasannya.

Pihak perusahaan, PT Pelopor Pratama Lancar Abadi sudah angkat bicara. Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari membantah ada pemecatan ke Nurullita.

Merry menegaskan, perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja.

"Apa sudah ditanya ke Bu Lita surat pemberhentiannya atau surat PHK-nya? Perusahaan kan begitu, mau dipecat, mau di-PHK kan ada suratnya," ujar Merry dihubungi terpisah.

"Kalau ada pemecatan pasti ada surat. Bu Lita ada surat nggak diterima sama dia? Orang dia keluar, keluar sendiri. Tahu-tahu ada berita, saya jadi bingung," sambungnya.

Merry tidak menganulir soal Nurullita yang diledek rekan kerja di grup WhatsApp. Namun, menurut Merry, itu hanya candaan semata. Bahkan, Merry menyebut, Nurullita mengundurkan diri dari perusahaan. Tidak ada pemecatan.

"Ya namanya bercandaan, ada orang tersinggung. Dia tersinggung, terus minta maaf sama teman-teman, ngundurkan diri, itu salah saya? Namanya temen-temen, anak-anak buah yang share jadi dicandain. Nggak suka kali dia, baper, mengundurkan diri. Saya salahnya di mana coba. Orang dia sendiri," ucapnya.



Merry mengatakan nama baiknya merasa dicemarkan karena disebut melakukan PHK sepihak. Dia menyebut Nurullita tidak dipecat, melainkan mengundurkan diri.

"Bercanda-bercandaan, saya rasa dianya aja yang baper," ucapnya.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan menganalisis laporan Nurullita. Pihak Kemenaker menyebut Nurullita sudah menerima pesangon atas pemecatannya. Untuk tindak lanjutnya, sebut Ferry, bisa berupa pemanggilan pihak terkait.

"Kalau saya baca (laporannya) sekilas, dia sudah terima pesangonnya. Kalau sudah terima pesangonnya, kompensasinya, berarti sudah terima PHK-nya. Tapi karena ditanya, saya paling jawabnya sekilas seperti itu, dan kita mesti panggil dulu para pihak. Apakah nanti pimpinan setuju atau bagaimana saya belum bisa pastikan. Karena memang... kalau perlu untuk di-clear-kan, kita akan panggil," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Secara Bipartit Direktorat PPHI Kemenaker Ferry Saragih saat dimintai konfirmasi detikcom.
(idn/dwia)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com