DetikNews
Kamis 21 Maret 2019, 21:03 WIB

Round-Up

Permukiman Gunung Cycloop Dipindah Gegara Datang Musibah

Tim detikcom - detikNews
Permukiman Gunung Cycloop Dipindah Gegara Datang Musibah Proses evakuasi korban banjir bandang Sentani (Foto: dok. Kodam XVII/Cenderawasih)
FOKUS BERITA: Banjir Bandang Sentani
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua akan merelokasi warga yang tinggal di kawasan Pegunungan Cycloop. Rencana ini sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

"Rencana ini sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo dan direspons positif. Hanya saja mengenai lokasi pastinya belum ditetapkan," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura seperti dilansir Antara, Kamis (21/3/2019).


Relokasi dilakukan untuk mencegah munculnya korban jiwa seperti akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3). Lukas mengatakan warga yang direlokasi rencananya akan dipindahkan ke wilayah Jayapura-Wamena.

Pemprov Papua juga akan mendirikan fasilitas pelayanan publik bagi warga yang direlokasi, seperti rumah sakit, sekolah, dan perumahan.

"Bencana seperti ini sudah terjadi berulang kali dalam kurun waktu tertentu, maka warga mau tidak mau harus direlokasi. Kami akan siapkan permukiman dan fasilitas lainnya bagi warga," ujar Lukas.


Sedangkan Wagub Papua Klemen Tinal mengatakan pihaknya meminta dengan tegas kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas di kawasan cagar alam Cycloop.

"Dengan melihat fakta yang terjadi kini, masyarakat sudah seharusnya sadar untuk ke depan tidak melakukan aktivitas di kawasan Cycloop. Pasalnya, bencana banjir bandang tidak bisa dianggap biasa," kata Klemen.

Proses evakuasi terhadap korban banjir terus dilakukan. Tim dari Kodam XVII/Cenderawasih yang menyisir sejumlah lokasi masih menemukan sejumlah korban lanjut usia (lansia) yang belum terevakuasi.


Salah satunya adalah pasangan suami-istri berusia 85 tahun dan 70 tahun yang rumahnya terkepung banjir. Proses evakuasi itu berlangsung pada Rabu, (20/3) di wilayah Koya Karang, Distrik Muara Tami. Tim dari Kompi Senapan E Yonif RK 751/VJS itu dipimpin langsung Danki Lettu Infanteri Sofa.

"Pada saat itu juga, tim segera melaksanakan proses evakuasi secepatnya dikarenakan debit air semakin tinggi dan jembatan penyeberangan sudah hanyut terbawa banjir," ucap Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi dalam keterangannya, Kamis (21/3/2019).


Data terakhir Rabu (20/3), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 104 orang yang tewas. BNPB mencatat ada 40 korban tewas. Jasad korban rencananya dimakamkan massal pada Kamis (21/3).

"Tercatat 104 orang meninggal dunia, di mana 97 orang korban di Kabupaten Jayapura dan 7 orang korban di Kota Jayapura. Belum semua korban berhasil diidentifikasi," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu (20/3).
(jbr/idn)
FOKUS BERITA: Banjir Bandang Sentani
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed