Round-Up

Misteri Pria Ngaku 'Anggota' Pengeroyok Tukang Pecel Lele di Bekasi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 21 Mar 2019 09:10 WIB
Gerobak pecel lele milik Junaidi, korban pengeroyokan dua orang tidak dikenal. (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Malang nian nasib Achmad Junaidi (49). Tukang pecel lele ini dikeroyok dua pria yang mengaku 'anggota' gegara memasak pesanan kelamaan. Dua pria tidak dikenal itu kini belum diketahui rimbanya.

Pengeroyokan ini awalnya terjadi di lapak pecel lele milik Junaidi, yang berlokasi di Jalan Raya Jatimakmur, RT 02 RW 05, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Minggu 10 Maret 2019.


Awalnya, dua pria mengunjungi warung pecel lele milik Junaidi dengan menggunakan motor Yamaha Vixion sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka memesan 4 lele goreng dan tahu-tempe. Junaidi lalu bergegas mempersiapkan segala bahan masakan, termasuk ikan lele.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk memproses lele goreng karena kondisi lelenya yang harus dimatikan dulu, baru dimasak. Rupanya, proses ini dianggap terlalu lama oleh kedua pelaku. Mereka kemudian menanyakan apa yang membuat pesanannya tidak segera disajikan.

"Dia bilang, 'Kok masaknya lama,' kakak saya bilang, 'Sabar, Pak, lele lagi dimatiin'," demikian cerita adik Junaidi, Salahudin, saat ditemui detikcom di kediamannya, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Rabu, 20 Maret 2019.


Namun, mendengar penjelasan Junaidi, kedua pelaku tidak puas dan kian emosional. Keduanya kemudian mengeroyok Junaidi tanpa ampun sambil mengancam dengan mengaku sebagai 'anggota'. "Dia bilang, 'Gua anggota, gua ratain ini besok, ambil senjata-senjata,' sebelum pemukulan itu saya dengar," ungkap Salahudin.

Tidak puas hanya memukuli Junaidi, dua pria itu mengacak-acak dagangan korban. Gerobak milik Junaidi juga dirusak.
"Pas kakak saya pingsan, dia ngebalikin gerobak, kaca-kacanya dipecahin dan setelah itu mereka kabur ke arah kota," ujarnya.

Junaidi kemudian berteriak meminta tolong hingga akhirnya dua pria itu melarikan diri. Junaidi mengalami luka cukup parah di bagian wajah.

Salahudin juga membeberkan ciri-ciri para pelaku. "(Ciri-ciri pelaku) yang satu kulit hitam, usia sekitar 45-an, pakai kemeja merah, celana panjang, badannya gempal dan logatnya ketimuran," kata Salahudin.

Sedangkan satu pelaku lainnya, digambarkan Salahudin, memiliki kulit berwarna kecokelatan dan berbadan tinggi. Pria tersebut mengenakan kaus berwarna hitam dan celana panjang dan logatnya juga ketimuran. "Abang saya sempat moto motornya, tapi pas dicek, palsu pelatnya," imbuhnya.

Junaidi lalu dibawa ke rumah sakit dan dirawat selama 6 hari. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pondok Gede. Dia berharap pelaku pengeroyokan segera ditangkap polisi.

"Karena kan sudah diserahin polisi. Jadi (harapannya) ada tindakan dari polisi, antara mau menyelesaikan dengan cara-cara kekeluargaan atau cara hukum, tapi yang pasti sih hukum dulu," kata Salahudin.

Hingga kini, dua pria pengeroyok Junaidi belum ditangkap. Polisi masih terus mengusut dan memburu jejak para pelaku pengeroyokan. (aan/mae)