detikNews
Kamis 14 Maret 2019, 14:06 WIB

Walhi: Restorasi Gambut Tidak Berjalan di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Walhi: Restorasi Gambut Tidak Berjalan di Riau Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: Antara Foto)
Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap terjadi Riau. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menganggap ini salah bentuk kegagalan KLHK dan BRG dalam memperbaiki kondisi lahan gambut.

"Pemerintah kitakan sudah mencanangkan ada 800 ribu hektare lahan gambut di Riau untuk direstorasi. Ada 700 ribu hektare tanggung jawab KLHK, 100 ribu hektare tanggung jawab BRG. Tapi restorasi itu sudah memasuki empat tahun ini tidak berjalan di Riau," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Riko Kurniawan dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (14/3/2019).

Riko menjelaskan, restorasi gambut di Riau sangat penting dalam memulihkan kawasan gambut. Jika kawasan gambut sudah basah kembali, hal itu akan mencegah Karhutla itu sendiri.



"Kalau gambut yang sudah rusak dapat dipulihkan kembali, tentu kecil kemungkinan terjadi Karhutla di Riau. Tapi restorasi gambut di Riau-kan yang berhasil diperbaiki kurang dari 10 persen dari luas 800 ribu hektare lahan gambut," kata Riko.

Kondisi inilah, kata Riko, yang membuat Karhutla terus menerus terjadi di Riau. Padahal, sejak tahun 2016 hingga 2018, Riau telah bebas asap.

"Sekarang kondisi Karhutla kembali muncul yang menimbulkan kabut asap. Ini juga tidak terlepas lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakar lahan," kata Riko.



Riko menyebutkan, bila KLHK dan BRG tidak segera memperbaiki kondisi gambut yang telah rusak, maka Karhutla akan terus terjadi Riau. Kebakaran yang paling susah dipadamkan tentunya kawasan gambut.

"Kalau gambut yang sudah rusak tidak juga dipulihkan, maka ancaman Karhutla tetap terjadi di Riau. Berapa banyak sudah dana negara habis hanya untuk urusan pemadaman Karhutla. Jika bagian hulunya tidak dibenahi (restorasi gambut), maka uang negara akan terus terkuras untuk pemadaman," kata Riko.

Walhi mengharapkan, KLHK dan BRG bisa menuntaskan PR-nya dalam merehabilitasi kawasan gambut di Riau. "Ini yang kami lihat lemahnya KLHK dan BRG yang lambat dalam merestorasi gambut di Riau. Kalau untuk pemadaman, kami menilai tim Satgas Karhutla sudah cukup maksimal," tutup Riko.



(cha/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed