DetikNews
Rabu 06 Maret 2019, 10:15 WIB

Prabowo Tertinggal 27% di Survei, BPN: LSI Kerja untuk Jokowi

Tsarina Maharani - detikNews
Prabowo Tertinggal 27% di Survei, BPN: LSI Kerja untuk Jokowi Saleh Daulay (Dok. Pribadi)
Jakarta - Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tertinggal 27,7% dari Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam survei terbaru yang dirilis LSI Denny JA. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengaku tak heran atas hasil survei versi LSI itu.

"LSI kelihatannya kan bekerja untuk paslon Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak heran jika setiap merilis survei selalu menempatkan paslon itu sebagai pemenang," kata juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay, kepada wartawan, Rabu (6/3/2019).

Saleh mengatakan BPN tidak terpengaruh oleh hasil survei LSI. Dia menyebut BPN mengacu pada survei internal yang menyatakan peluang Prabowo-Sandiaga untuk menang Pilpres 2019 sangat tinggi.


"BPN tidak terpengaruh sama sekali. Ada survei internal yang dimiliki sebagai pembanding. Hasilnya jauh berbeda. Peluang Prabowo-Sandi sangat tinggi. Diperkirakan, dalam waktu dekat surveinya justru bisa di atas pasangan Jokowi-Ma'ruf," ujar politikus PAN itu.

Rilis survei LSI Denny JA, Selasa (5/3), tentang elektabilitas capres-cawapres 2019 menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 58,7 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 30,9 persen.

Saleh kemudian menyinggung survei PolMark Indonesia yang juga merilis tentang elektabilitas capres-cawapres 2019. Dalam survei PolMark, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,4% dan Prabowo-Sandiaga 25,8%.


"Kemarin PolMark merilis hasil survei terbaru mereka. Hasilnya, posisi Jokowi-Ma'ruf Amin belum aman. Masih besar peluang Prabowo-Sandi untuk meraup undecided voters," tutur Saleh.

Menurut Saleh, dua survei tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Ia yakin masyarakat cerdas dalam membaca hasil survei.

"Dua survei itu saja hasilnya beda. Apalagi dengan survei internal BPN. Karena itu, survei LSI diyakini tidak akan bisa menggiring opini publik. Masyarakat pasti sudah cerdas dalam membaca hasil survei," tegasnya.


Saksikan juga video 'Elektabilitas Rendah, Sandi: Survei Biasanya Buat Giring Opini':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed