Eni Saragih Berharap Vonis Hakim Ringan dari Tuntutan Jaksa KPK

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 01 Mar 2019 14:05 WIB
Eni Maulani Saragih (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih berharap majelis hakim memberikan vonis ringan kasus suap dan gratifikasi. Eni Saragih akan menjalani sidang vonis kasus suap proyek PLTU Riau-1 dan gratifikasi.

"Harapannya, saya bisa diberi hukuman ringan dari tuntutan," kata Eni Saragih sebelum sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Jumat (1/3/2019).


Selain itu, Eni berharap permohonan justice collaborator (JC) bisa dikabulkan majelis hakim. Eni berharap pencabutan hak politik juga divonis ringan.

"Terus permohonan JC saya dikabulkan hakim. Itu saja, karena tuntutan itu saja karena saya bukan pelaku utama. Mudah-mudahan hukuman seringan-ringannya paling tidak hukuman paling ringan dari tuntutan. Hak politik mudah-mudahan dikurangi," jelas dia.

Menurut Eni, saat ini keluarganya turut hadir dalam persidangan untuk memberikan dukungan. Mereka diminta menerima putusan majelis hakim.

"Ada keluarga hadir support saya, ada anak saya yang besar SMA datang juga. Banyak keluarga saya kumpul, saya sampaikan waktu tuntutan mereka nangis kalau bisa jangan lagi kalau bisa terima saja anggap saja takdir yang harus jalani," kata Eni.

Eni Saragih sebelumnya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Eni Saragih diyakini jaksa KPK bersalah menerima uang suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.


Uang suap dimaksudkan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1 di PLN. Uang suap yang diterima Eni untuk kepentingan Partai Golkar melaksanakan munaslub.

Selain itu, Eni diyakini jaksa bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu. Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas.

Sejumlah uang gratifikasi digunakan oleh Eni membiayai kegiatan pilkada di Kabupaten Temanggung yang diikuti oleh suami terdakwa, yaitu M Al Khadziq, serta untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.



Saksikan juga video 'Beri Miliaran ke Eni Saragih, Johannes Tak Tahu Itu Bentuk Suap':

[Gambas:Video 20detik]

(fai/idh)