DetikNews
Selasa 26 Februari 2019, 11:37 WIB

Polri: Kasus Pemilu Slamet Ma'arif Dihentikan karena Tak Cukup Bukti

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Polri: Kasus Pemilu Slamet Maarif Dihentikan karena Tak Cukup Bukti Brigjen Dedi Prasetyo (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Polisi menghentikan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang menjerat Ketum PA 212 Slamet Ma'arif. Polri menyimpulkan tak ada unsur kesengajaan dalam kasus tersebut

"Dari hasil gelar perkara yang dilakukan, disimpulkan bahwa tersangka SM perbuatan unsur kesengajaan dalam pidana itu belum cukup bukti. Oleh karena dari gelar tersebut menyimpulkan bahwa proses penyidikan dihentikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).



Dedi menyebut gelar perkara dalam penyidikan itu sudah melibatkan saksi ahli dan dilakukan secara hati-hati. Penghentian penyidikan itu juga menggugurkan status Slamet Ma'arif sebagai tersangka.

"Sudah tidak tersangka lagi karena dihentikan," ujarnya.



Ada tiga alasan yang menjadi dasar dihentikannya penyidikan kasus ini. Pertama, adanya perbedaan antara ahli pidana pemilu dan KPUD Surakarta dalam menafsirkan makna kampanye.

"Kedua, unsur mens rea atau niat pelaku belum bisa dibuktikan karena sampai sekarang tersangka dipanggil dan belum bisa hadir. Sedangkan kami hanya punya waktu 14 hari," jelas kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Agus Tri Atmaja kepada detikcom ketika dihubungi, Senin (25/2).



Lalu, alasan terakhir kasus ini ditutup adalah telah disepakati oleh unsur-unsur Sentra Gakkumdu Surakarta dalam rapat. "Keputusan rapat Sentra Gakkumdu Solo," ucap Agus.
(abw/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed