DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 16:52 WIB

Bukti Transfer Belum Terverifikasi, Jokdri Bakal Diperiksa Lagi

Matius Alfons - detikNews
Bukti Transfer Belum Terverifikasi, Jokdri Bakal Diperiksa Lagi Joko Driyono (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa kembali tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor sepakbola Plt Ketum PSSI Joko Driyono pekan depan. Pemeriksaan dilakukan kembali karena ada beberapa barang bukti yang belum terverifikasi.

"Yang bersangkutan akan meminta lagi dijadwalkan pemeriksaan hari Rabu, 27 Februari, pemeriksaan kembali, karena dalam proses pemeriksaan kemarin belum semuanya tertuang di dalam BAP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Aula Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).


Argo menjelaskan pemeriksaan dilakukan kembali pekan depan karena penyidik ingin memverifikasi sejumlah barang bukti yang disita dari Joko Driyono. Salah satunya, disebut Argo, bukti transfer.

"Barang bukti yang disita jadi belum semuanya terverifikasi ya, misalnya bukti transfer, buku tabungan dan sebagainya ya, itu belum terverifikasi semuanya," ucap Argo.


Sementara itu, Argo juga belum mau mengungkap siapa lagi selain Jokdri yang selanjutnya akan dimintai keterangan. Menurut Argo, bertambahnya tersangka juga masih mungkin terjadi.

"Kita belum bisa dapatkan itu (tersangka baru), tapi kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi. Kita tunggu saja kalau nanti penyidik mengungkap kasus ini," ungkap Argo.

Diketahui, Joko pertama kali diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka pada Senin, 18 Februari 2019, sampai keesokan harinya. Saat itu lama pemeriksaan 22 jam.


Pada Kamis (21/2), Joko Driyono diperiksa untuk kedua kalinya. Lama pemeriksaan juga 22 jam, sehingga Joko Driyono baru dipulangkan pagi tadi.

Mabes Polri mengumumkan penetapan tersangka atas Joko Driyono pada Jumat (15/2) malam. Pengumuman status tersangka itu disertai pengajuan surat pencekalan Joko ke luar negeri ke Imigrasi.

Joko Driyono dijerat Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.


Simak Juga 'Ada Barbuk Belum Terverifikasi, Jokdri Diperiksa Lagi 27 Februari':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed