DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 21:14 WIB

Setuju dengan CEO Bukalapak, Sandi Ingin Dana Riset Ditambah

Amir Baihaqi - detikNews
Setuju dengan CEO Bukalapak, Sandi Ingin Dana Riset Ditambah Cawapres Sandiaga Uno di acara Indonesia Young Entrepenuer Summit di DBL Arena, Surabaya (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Cawapres Sandiaga Uno mengatakan tak ingin ikut campur dalam kontroversi cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky soal 'presiden baru'. Namun, dia berjanji akan meningkatkan dana riset dan pengembangan (research and development atau R&D) jika terpilih.

"Saya tidak ingin mencampuri dan tentunya sudah banyak. Tapi yang sudah saya sampaikan, saya ingin kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi," kata Sandi usai menghadiri Indonesia Young Entrepreneur Summit di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

"Untuk meningkatkan 5 tahun ke depan total agregat (jumlah) dana research dan development itu harus bisa di atas sekarang. Atau mencapai angka yang lebih signifikan," lanjutnya.


Sandi ingin kekuatan ekonomi Indonesia nantinya bisa ditopang inovasi dari pengembangan riset. Hal itu yang jadi alasannya berniat meningkatkan dana riset dan pengembangan.

"Dan inovasi itu bisa berkembang kalau kita punya ekosistem research dan development," terang Sandi.

Oleh karena itu, dia mengatakan cuitan Zaky perlu ditindaklanjuti. Sehingga tercipta terobosan dan inovasi di dalam perkembangan ekonomi.


"Saya meyakini apa yang disampaikan Zaky itu merupakan kenyataan yang perlu didiskusikan secara mendalam. Dan tidak bisa pemerintah saja, presiden saja. Tetapi universitas, dunia usaha dan masyarakat dalam sebuah kolaborasi yang kita sampaikan tadi publik, private and people partnership itu yang kita harapkan supaya ada terobosan baru dari riset-riset dan pengembangan atau litbang," ujar Sandi.


Tonton video: Joko Anwar ke CEO Bukalapak: ''Shame on You''

[Gambas:Video 20detik]



Kontroversi cuitan Zaky berawal dari dirinya yang menyebut kesiapan Indonesia menghadapi industri 4.0 omong kosong jika bujet R&D Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky.


Cuitan itu sudah dihapus Zaky. Meski sudah dihapus, tangkapan layar cuitan Zaky mengenai 'presiden baru' terlanjur viral sehingga memicu munculnya tagar uninstallbukalapak. Meme-meme bertulisan 'Lupabapak' juga tersebar di media sosial.

Pada hari ini, Zaky sendiri sudah menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Dia meminta maaf dan menjelaskan maksud dari cuitannya tersebut.

"Sebenarnya waktu nge-tweet, saya sudah nge-tweet di atasnya. Beberapa jam setelahnya, setelah bangun tidur, saya kaget itu. Cuma kan kalau sudah viral susah dikendalikan. Kan maksudnya terpilih, Pak Jokowi pun masuk di situ. Terpilih. Sudah masuk semuanya," ujar Zaky setelah bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).


Jokowi juga mengaku tak mempermasalahkan cuitan Zaky. Dia pun telah meminta supaya gerakan #uninstallbukalapak dihentikan.

"Saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed