DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 13:25 WIB

Polisi Kumpulkan Bukti Perintah Perusakan Barbuk di Kantor Komdis PSSI

Audrey Santoso - detikNews
Polisi Kumpulkan Bukti Perintah Perusakan Barbuk di Kantor Komdis PSSI Gedung Mabes Polri/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Satgas Antimafia Bola Polri masih mendalami kebenaran keterangan tiga tersangka perusak barang bukti perkara dugaan pengaturan skor di kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Ketiga tersangka sebelumnya mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel dan laptop karena disuruh seseorang, yang identitasnya belum dapat diungkap ke publik oleh polisi.

"Kami sedang mendalami kebenaran daripada pengakuan. Para tersangka ini kan baru sekadar pengakuan," kata Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini adalah Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur. Ketiganya memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.





Musmuliadi dan Dani mengambil inventaris kantor dan menyerahkan ke Abdul Gofur untuk disembunyikan. Peristiwa itu diketahui terjadi pada 1 Februari 2019.

Syahar menuturkan untuk membuktikan keterangan tiga tersangka benar atau tidak, penyidik harus mengumpulkan alat bukti lainnya.

"Tentunya harus didukung alat bukti yang lain. Nanti ada saatnya kami sampaikan hasil pendalaman penyidikan pemeriksaan," ujar Syahar.







Sebelumnya polisi sudah menyampaikan keterangan para tersangka yang mengaku sebagai orang suruhan. "Keterangan para tersangka, (perusakan barang bukti) atas perintah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada detikcom, Sabtu (9/2).

Satgas Antimafia Bola menjerat ketiga tersangka Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

"Persangkaannya tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum," terang Dedi sebelumnya.


Saksikan juga video 'Mbah Putih Dapat Rp 115 Juta untuk Naikkan PS Mojokerto ke Liga 2':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed