Fahri Hamzah: Bapaknya Pak Prabowo Juga Pernah Singgung APBN Bocor

Fahri Hamzah: Bapaknya Pak Prabowo Juga Pernah Singgung APBN Bocor

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 07 Feb 2019 18:30 WIB
Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menyinggung soal adanya mark up anggaran negara sehingga menyebabkan 'kebocoran' sekitar 25 persen. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan soal kebocoran anggaran ini juga pernah disinggung ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo.

"Dulu di masa Orde Baru, bapaknya Pak Prabowo, Prof Sumitro, itu sempat bikin kaget karena mengatakan pada waktu itu 30 persen dari APBN itu bocor. Itu menjadi diskusi daripada ilmuwan, bahkan menjadi memori daripada ilmuwan dan dunia akademik dan juga penggiat di LSM dan juga media massa bahwa tesis dari Pak Mitro itu benar," ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Fahri lalu menjelaskan kebocoran dana yang disinggung Prabowo adalah bentuk kreativitas untuk mark up dana dan korupsi.


"Dan sekarang Pak Prabowo itu anaknya Pak Mitro bilang 25 persen tentu bedanya adalah dulu zaman demokrasi ya, apa namanya, kebocoran itu biasanya sistematis ya kan. Tetapi kebocoran di zaman demokrasi itu adalah kebocoran karena kreativitas untuk melakukan mark up dan korupsi," kata Fahri.

Prabowo sebelumnya menjelaskan ada dugaan mark up sejumlah proyek sehingga anggaran negara bocor. Perhitungan Prabowo, anggaran negara yang 'bocor' mencapai Rp 500 triliun. Dia menuturkan anggaran sebesar itu bisa membangun industri besar di Tanah Air.

"Proyek yang harganya 100 dibilang 150. Itu namanya apa, penggembungan, namanya mark up. Harga 100 dia tulis 150. Bayangkan, jembatan harga 100 ditulis 150. Dan ini terjadi terus-menerus. Kita harus objektif masalah ini sudah jalan lama. Ini harus kita hentikan dan kurangi," jelasnya.

"Kalau anggaran kita yang sudah disepakati 200 miliar dolar, kalau kebocoran tadi 25%, artinya yang hilang... hampir Rp 500 triliun yang bocor," terang Prabowo.


Menanggapi Prabowo, Jokowi meminta capres nomor urut 02 itu menunjukkan bukti dan tidak asal bicara. Ia pun menantang Prabowo melapor ke KPK jika ditemukan indikasi kebocoran anggaran negara yang disebut mencapai 25 persen.

"Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta. Jangan asal... (sambil menunjuk mulut)," ujar Jokowi setelah menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

"Kalau memang bocor sampai 25 persen, laporin saja ke KPK. Duit gede banget itu. Dulu 2014 coba diingat-ingat, 2014 katanya bocor Rp 7.200 triliun. Sekarang itu bocornya kalau 25 persen itu berarti Rp 500 triliun. Duitnya gede banget Rp 500 triliun," sambungnya.


Saksikan juga video 'Prabowo Sebut Duit Negara Bocor, Jokowi: Lapor KPK, Bawa Bukti!':

[Gambas:Video 20detik]

(azr/elz)