Sidang Suap Izin Meikarta

Jadi Saksi Lagi, Sekda Jabar Bakal Dikonfrontasi Soal Rp 1 M

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 10:43 WIB
Sekda Jabar Iwa Karniwa seusai menjalani pemeriksaan di KPK pada November 2018 (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung - Jaksa KPK kembali memanggil Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Sekda Pemprov Jabar) Iwa Karniwa kembali untuk menjadi saksi dalam persidangan perkara suap terkait perizinan proyek Meikarta. Iwa bakal dikonfrontasi terkait bantahannya mengenai uang sebesar Rp 1 miliar.

Dari pantauan detikcom, Iwa yang terlihat mengenakan kemeja batik lengan panjang warna hijau telah duduk di kursi pengunjung sidang di Pengadilan Tipikor Bandung. Iwa rencananya akan dikonfrontasi dalam persidangan dengan dua saksi lain dari Pemkab Bekasi yaitu Neneng Rahmi Nurlaili dan Hendry Lincoln.




"Ya rencananya seperti itu (konfrontasi)," kata jaksa KPK I Wayan Riana saat dimintai konfirmasi, Rabu (6/2/2019).

Neneng Rahmi merupakan Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, sedangkan Hendry menjabat Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Bekasi. Kedua orang itu sebelumnya pernah bersaksi dalam persidangan dengan menyebut adanya permintaan dan penerimaan uang sebesar Rp 1 miliar untuk Iwa.

Menurut kesaksian Neneng Rahmi dan Hendry, pemberian uang itu terjadi saat proses Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi. Neneng Rahmi juga mengaku meminta uang ke Lippo Group demi memenuhi permintaan Iwa itu.



Jadi Saksi Lagi, Sekda Jabar Bakal Dikonfrontasi Soal Rp 1 MSekda Jabar Iwa Karniwa berbatik hijau terang (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)


Namun Iwa--yang kemudian dihadirkan juga dalam sidang lainnya--membantah permintaan dan penerimaan uang itu. Akhirnya majelis hakim meminta agar mereka dihadirkan bersamaan untuk kemudian dikonfrontasi.

Selain itu, ada dua orang lainnya yaitu anggota DPRD Jabar Waras Wasisto dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman yang rencananya akan dihadirkan juga. Sebab, dalam kesaksian Neneng Rahmi sebelumnya itu, kedua orang itu turut datang dalam pertemuan dengan Iwa berkaitan dengan Rp 1 miliar tersebut. (dir/dhn)