Berkas Perkara Kreator Hoax Surat Suara Tercoblos Kini di Tangan Jaksa

Berkas Perkara Kreator Hoax Surat Suara Tercoblos Kini di Tangan Jaksa

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 18 Jan 2019 15:57 WIB
Bagus Bawana Putra saat ditunjukkan polisi ke publik (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Bagus Bawana Putra saat ditunjukkan polisi ke publik (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Berkas perkara pembuatan dan penyebaran berita bohong atau hoax mengenai surat suara tercoblos kini sudah berada di tangan jaksa. Dokumen untuk dua orang tersangka itu saat ini sedang diteliti.

"Kemarin kasus hoax sudah dikirim dua berkas," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat (Karo Penmas Divisi Humas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).

Salah satu berkas itu disebut Dedi merupakan berkas atas nama Bagus Bawana Putra alias BBP yang diduga sebagai kreator hoax itu. Sedangkan berkas lainnya atas inisial nama HY, tersangka yang ditangkap di Bogor.

"Satu berkas BBP (dikirim) kemarin sore di Kejagung. Satu berkas yang forwarder (penyebar) yang ada di Bogor (dengan tersangka) HY. Jadi dua berkas sudah dikirim dan sudah diterima Kejagung kemarin sore," ucap Dedi.

Selain dua orang itu, sebenarnya polisi menangkap 2 orang lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu J yang ditangkap di Brebes dan LS yang ditangkap di Balikpapan. Saat ini polisi pun dalam kondisi menunggu penelitian oleh jaksa atas berkas yang sudah disusun di tahap penyidikan itu.




Sementara itu polisi, khususnya penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Siber di Bareskrim Polri yang menangani kasus itu, masih belum menemukan aktor intelektual dari kasus itu. Polisi pun masih terus bekerja.

"Belum (ditemukan adanya aktor intelektual atau pendana)," ucap Dedi.

BBP ditangkap lantaran membuat kabar bohong mengenai 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok. Dalam narasi kabar bohong itu, BBP menyebut surat suara yang tercoblos pada bagian pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Kabar bohong itu kemudian disebarkan dalam bentuk tertulis dan pesan suara di media sosial serta aplikasi perpesanan WhatsApp. Polisi pun berhasil mengungkap perkara ini melalui pemeriksaan forensik digital dari suara BBP.


Saksikan juga video 'Guru Penyebar Hoax Surat Suara Diancam Pasal Berlapis':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/dhn)