detikNews
Rabu 16 Januari 2019, 21:05 WIB

Berkas PK Baiq Nuril Dikirim ke MA

Harianto - detikNews
Berkas PK Baiq Nuril Dikirim ke MA Baiq Nuril dalam sidang pemeriksaan berkas memori peninjauan kembali di Pengadilan Negeri Mataram. (Harianto/detikcom)
Mataram - Pengadilan Negeri (PN) Mataram menggelar sidang kedua pemeriksaan berkas memori peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril Maknun. Pada agenda sidang kedua ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram memberikan tanggapannya atas materi memori PK Baiq Nuril.

Dalam sidang kedua ini pada Rabu (16/1/2019), majelis sidang dipimpin hakim Achmad Sugeng Djauhari dengan anggota Hiras Sitanggang dan Rosana Irawati.

Dalam proses persidangan, majelis hakim mempersilakan pihak tergugat atau termohon, dalam hal ini Kejari Mataram, menyampaikan tanggapannya terhadap berkas memori PK Baiq Nuril. Tanggapan jaksa diwakili oleh Kasi Pidum Kejari Mataram Agung Faizal didampingi jaksa Yulia Oktavia Ading dan Ida Ayu Putu Camundi Dewi.


Ada 7 poin yang disampaikan jaksa untuk menanggapi alasan pihak Baiq Nuril dalam mengajukan memori PK.

"Poinnya itu kan mereka menyinggung masalah alat bukti yang tidak sah, kemudian menganggap bahwa putusan MA itu tidak sesuai bahwa seharusnya yang menjadi korban itu Ibu Baiq Nuril, bukan Haji Muslim. Jadi sebenarnya hanya berputar di sekitar itu saja," kata Agung kepada wartawan saat skors sidang.

"Dua hal yang kita minta menolak. Menolak semua dari semua pemohon PK dan kedua memang menguatkan putusan kasasi, mengabulkan putusan kasasi," sambung Agung.


Setelah tanggapan dibacakan jaksa, majelis hakim kemudian mempersilakan pihak Baiq Nuril menanggapi materi tanggapan jaksa.

Pengacara Baiq Nuril meminta untuk menghadirkan saksi ahli. Selain pada substansi, alasan diajukannya memori PK yang berkaitan dengan Pasal 263 Ayat 2 huruf c tentang kekeliruan dan kekhilafan hakim dalam memutuskan kasasi.

"Ada hal untuk menemukan kebenaran materiil yang belum terungkap dalam persidangan untuk menjadi pertimbangan hakim PK. Kita sebenarnya membutuhkan saksi ahli," ucap tim pengacara Baiq Nuril, Made Santiadnya.


Namun alasan yang dikemukakan pihak Baiq Nuril ditolak majelis hakim dengan pelbagai pertimbangan dan alasan waktu yang kurang tepat. Majelis hakim kemudian mempersilakan keduanya menandatangani pengajuan berkas materi PK untuk diajukan dalam sidang hakim PK di Mahkamah Agung.

Sebagaimana diketahui, Baiq Nuril melaporkan H Muslim karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadapnya. Dalam persidangan di PN Mataram, terungkap bahwa H Muslim berbicara mesum dengan Baiq Nuril via telepon. Dia kerap menceritakan hubungan badannya dengan wanita lain yang bukan istrinya.

Merasa dilecehkan, Baiq Nuril pun merekam percakapan itu lewat ponsel miliknya. Kasus itu berlangsung pada 2012 saat Baiq Nuril masih menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram dan Muslim masih menjabat kepala sekolah.


Baiq Nuril sendiri sudah dihukum MA. Dia dianggap telah menyebarkan percakapan mesum sehingga membuat Kepsek Muslim merasa malu.

Akibat perbuatannya, Baiq Nuril juga telah dipecat dari pekerjaannya sebagai staf Tata Usaha Bagian Keuangan di SMAN 7 Mataram. Sementara itu, karier Muslim kian moncer dan kini menjabat Kabid Kepemudaan di Dispora Kota Mataram.

Awalnya, Baiq Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi, oleh MA melalui kasasi, putusan itu dianulir. Baiq Nuril divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta.


Simak juga video 'Mahasiswa di Makassar Tuntut Jokowi Bebaskan Baiq Nuril':

[Gambas:Video 20detik]


Berkas PK Baiq Nuril Dikirim ke MA

(jbr/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed