Jejak Pesawat Ethiopia yang Dipaksa Turun Panglima TNI

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 15 Jan 2019 10:34 WIB
Pesawat Ethiopia di Batam (Agus/detikcom)
Jakarta - Pesawat kargo maskapai Ethiopian Airlines melintas tanpa izin di langit Indonesia dan akhirnya diturunkan paksa oleh TNI AU atas perintah Panglima TNI. Begini jejak penerbangan pesawat tersebut sebelum mendarat di Batam.

Berdasarkan pengecekan di FlightRadar24, pesawat ET3728 terbang dengan rute Addis Ababa ke Hong Kong pada 14 Januari 2019. Pesawat itu dijadwalkan terbang pukul 00.00 UTC, tetapi baru terbang pukul 20.33 UTC.

Tidak semua perjalanan di rute tersebut terdeteksi oleh FlightRadar24. Ada beberapa bagian yang tidak terdeteksi dan ditandai dengan garis putus-putus.


Dari Ethiopia di daratan Afrika, pesawat itu melintasi Laut Arab di Samudra Hindia, kemudian melintasi selatan India dan Sri Lanka. Pesawat melaju terus ke selatan di atas Samudra Hindia hingga masuk ke Pulau Sumatera. Padahal, jika hendak menuju Hong Kong, seharusnya pesawat tersebut mengarah ke utara atau ke timur laut.

Jejak Pesawat Ethiopia yang Dipaksa Turun Panglima TNIJejak pesawat Ethiopia yang melintas ilegal di Indonesia (Foto: FlightRadar24)


Beberapa hari sebelum dipaksa turun di Indonesia, pesawat Boeing B.777F/ET-AVN itu terbang dengan rute Addis Ababa-Kano (Nigeria) dan Guangzhou-Addis Ababa. Namun ada juga beberapa rute yang tertulis 'unknown'.

Sebelumnya diberitakan, pemaksaan turun (force down) tersebut dilakukan karena pesawat Ethiopian Air telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi flight clearance (FC). Perintah itu datang langsung dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan Pangkohanudnas untuk mem-force down pesawat asing tersebut," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman dalam keterangan yang disampaikan Kapuspen TNI Brigjen Sisriadi, Senin (14/1/2019).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto / Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Dok. TNI)


Setelah itu, dua pesawat tempur TNI AU jenis F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dengan callsign Rydder Flight melakukan identifikasi visual dan penyergapan terhadap pesawat asing B-777 ET-AVN setelah melakukan komunikasi dengan frekuensi darurat.

Hingga saat ini, TNI juga masih menyelidiki kasus tersebut. Enam awak pesawat sudah diperiksa otoritas bandara dan TNI AU. (imk/fjp)