detikNews
Selasa 15 Januari 2019, 08:00 WIB

Polri Tepis Prabowo: Kami Setia dan Jamin Keamanan Masyarakat

Zunita Amalia Putri - detikNews
Polri Tepis Prabowo: Kami Setia dan Jamin Keamanan Masyarakat Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato 'Indonesia Menang' meminta aparat kepolisian setia kepada bangsa dan negara, bukan kepada individu. Polri menegaskan mereka telah menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya (tupoksi) sesuai dengan kehendak rakyat dan kepentingan bangsa.

"Kita nggak tahu maksudnya apa itu, Polri dari dulu sampai saat ini tugas pokok fungsinya itu adalah melayani, melindungi, mengayomi masyarakat, menjamin keamanan masyarakat, dari dulu setia kepada bangsa dan rakyatnya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal kepada detikcom, Senin (14/1/2019).



Iqbal juga menjelaskan beberapa bukti yang menunjukkan Polri telah bekerja sesuai dengan tugasnya. Dia pun memberikan contoh keberhasilan Polri, seperti suksesnya Asian Games 2018, Asian Para Games, hingga IMF World Bank Annual Meeting di Bali.

"Pada 2018 alhamdulillah aman, event-event besar Asian Games, Asian Para Games, IMF World Bank, alhamdulillah kita aman. Itu artinya kita setia kepada negara, dan banyak lagi event yang sudah kita lakukan, bersama TNI kami melaksanakan hal itu, lalu mengatasi bencana juga, itu adalah bukti bahwa kami mendahulukan kepentingan bangsa, rakyat, dan negara," jelasnya.

Kemudian, dia juga bicara mengenai maraknya kasus hoax seperti 7 kontainer surat suara yang membuat geger beberapa hari yang lalu. Dia menegaskan Polri juga telah melakukan upaya proses hukum kepada pelaku untuk keamanan negara. Menurutnya, Polri telah melakukan proses hukum untuk memberantas hoax untuk kepentingan negara bukan kepentingan individu.


"Kalau memang ada pelanggaran hukum, siapa pun orangnya kan equality before the law (asas persamaan di mata hukum), persamaan hak di muka hukum demi rakyat dan bangsa, kami harus menjamin kepastian hukum itu, kami akan melaksanakan proses hukum, misalnya hoax, baru-baru ini ada hoax 7 kontainer, itu sudah membuat onar, onar itu bukan berarti mengadu fisik saja, tetapi orang yang membuat bingung rakyat, atas nama bangsa negara dan rakyat, kami melaksanakan proses hukum," ucapnya.

"Permasalahannya, kalau ada individu yang terusik dan sebagainya, ya, itulah tugas penegak hukum. Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum, Polri akan menindaknya, itu juga tugas demi bangsa, negara, dan masyarakat," imbuh Iqbal.


Sebelumnya, Prabowo saat menyampaikan pidato 'Indonesia Menang' meminta polisi setia kepada bangsa dan negara, bukan kepada individu. Dia meminta 'adik-adik'-nya di kepolisian ingat bahwa apa yang didapatkan di korps semuanya berasal dari rakyat, mulai pendidikan awal hingga bintang untuk perwira tinggi.

"Setialah kepada bangsa dan negara. Jangan kepada individu-individu. Kita harus yakin rakyat Indonesia mendambakan aparatnya berbuat yang terbaik untuk mereka. Tidak ada kekuasaan yang langgeng kalau tidak dicintai rakyatnya sendiri," kata Prabowo dalam pidatonya di Plenary Hall, JCC, Senin (14/1).



Simak juga video 'Prabowo: Intelijen Itu Intelin Musuh Negara, Jangan Ulama':

[Gambas:Video 20detik]


(zap/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com