DetikNews
Jumat 11 Januari 2019, 15:59 WIB

Warga Denpasar Demo Tuntut Kadus Dicopot karena Isu Wanita

Aditya Mardiastuti - detikNews
Warga Denpasar Demo Tuntut Kadus Dicopot karena Isu Wanita Foto: Demo Kadus di Bali (dita/detikcom)
Denpasar - Warga Dusun Wanasari, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Bali menggelar demo di Kantor Desa Dauh Puri Kaja. Mereka menuntut Kadus Wanasari Badrus Syamsid dicopot.

"Selasa (8/1) lalu kami sudah mediasi dengan kadus, camat dan unsur masyarakat kurang lebih 40 orang dan 300 warga Wanasari. Hasilnya kita tekan supaya ada keputusan tapi jalan buntu, waktu itu kades bilang akan menyelesaikan ini 3x24 jam, berarti hari ini kan. Jadi kami menagih janji Kades tapi belum ada keputusan," kata juru bicara warga Marzuki ditemui di depan Kantor Desa Dauh Puri Kaja, Jl Gatot Subroto IV, Denpasar, Jumat (11/1/2019).

"Tuntutan kami penurunan kadus harga mati," tegasnya.

Marzuki menuturkan aksi warga itu dilakukan karena geram dengan ulah Kadus Badrus yang dianggap keterlaluan. Marzuki menuturkan tindakan Badrus sebagai kepala desa menikahi warganya dan mengklaim nikah siri adalah keterlaluan.

"Pak Kadus ini melakukan perkawinan di luar aturan yang ada. Ngakunya siri, tapi menurut kami warga dia berselingkuh. Tidak hanya satu tapi ada tiga yang dari awal, dua warganya sendiri," ujar Marzuki.

Marzuki mengatakan sudah sejak lama warga desa memendam amarah terhadap kelakuan Badrus. Namun, lama-kelamaan warga sudah resah karena selain tidak tampak ada kinerja ulah Badrus dianggap mencoreng nama Dusun Wanasarai.

"Terakhir ada salah satu warga memergoki Kadus berduaan sama perempuan di tempat umum di Taman Lumintang. Saat mediasi kemarin kadus juga sudah ada bukti dia mengakui (perbuatannya)," ucap Marzuki.

"Selain itu program juga nggak ada, tempat kantor kadus itu masa dijadikan perkelahian antara istri sah dan istri yang itu, kadang juga dijadikan tempat reuni? Apa pantas? Kita pergerakan masyarakat ini murni, bukan karena unsur tidak senang dengan kadus. Apa kita tega dipimpin kadus yang tak bermoral?" keluhnya.

Dia juga menambahkan warga juga mempermasalahkan soal duit kas Rp 30 juta yang ditinggalkan kadus sebelumnya.

"Mediasi kemarin kita juga buka-bukaan, kita juga utarakan kesalahannya termasuk dana Rp 30 juta dari kadus lama, mungkin sisa kas. Tidak transparan, tidak pernah ada laporan dikemanakan dana tersebut. Sampai sekarang pun berkelit, ditanya selalu bilang ada tapi tidak pernah dilaporkan," urainya.

Marzuki menuturkan dalam pertemuan hari ini dihadiri Kepala Desa Dauh Puri Kaja Nyoman Gede Risnawan, Wakapolsek Denpasar Barat I Nyoman Sugianyar dan sejumlah tokoh masyarakat. Keputusannya mereka akan kembali bertemu Senin (14/1) untuk mempertanyakan pencopotan Badrus ke Camat.

Terpisah, Wakapolsek Denpasar Barat I Nyoman Sugianyar mengatakan pihaknya ada untuk memediasi warga dengan perangkat desa. Dia berharap diskusi warga dan perangkat desanya itu bisa berjalan lancar dan tak ricuh.

"Saya hanya menengahi dan mengamankan situasi yang dari panas itu menjadi dingin. Jadi saya ajaklah masyarakat pak kades dan saya sebagai wakil kapolsek, untuk niatan menghadap bapak camat, Senin (14/1) jam 09.00 Wita. Sementara saya yang menengahi supaya tetap aman, nanti bagaimana keputusan camat, sekarang bola panasnya ada di pak camat," pungkasnya.


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed