Aher Janji Datang Besok, KPK: Itu Lebih Baik

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 08 Jan 2019 19:03 WIB
Ahmad Heryawan (Zunita/detikcom)
Jakarta - KPK mengapresiasi langkah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menghubungi call center 198 terkait pemanggilannya sebagai saksi kasus dugaan suap Meikarta. Menurut KPK, hal tersebut lebih baik dibanding berdebat soal alamat surat.

"Saudara Ahmad Heryawan yang direncanakan diperiksa sebagai saksi, tadi sudah menghubungi call center KPK 198. Kami hubungkan langsung dengan penyidik, itu lebih baik dari pada perdebatan yang terjadi tanpa ujung yang bisa diperkirakan. Lebih baik konfirmasi seperti itu dan tadi disampaikan akan dilakukan pemeriksaan besok," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

Dia menyatakan surat panggilan sebelumnya telah dikirim ke alamat Aher yang tertera dalam data kependudukan. Febri menyatakan KPK menanti kehadiran Aher untuk memberi penjelasan soal kasus Meikarta.





"Alamat surat yang dituju itu disesuaikan dengan data kependudukan atau data formil lainnya," katanya.

Aher sebelumnya mengaku siap memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap proyek Meikarta. Aher akan datang ke KPK besok.

"Barusan dengan Pak Taufik saya katakan besok saya datang ke KPK. Insyaallah besok datang jam 10 pagi sendiri," ujar Aher saat dihubungi detikcom, Selasa (8/1).

Aher pun menjelaskan soal alamat rumahnya saat ini. Dia mengatakan, selama 10 tahun menjabat Gubernur Jabar, dirinya beralamat di rumah dinas gubernur dan setelah habis jabatan, dia pindah ke kawasan Setraduta.






"Sekarang di Setraduta, jadi ceritanya kan saya 10 tahun tinggal di rumah dinas, alamat di rumah dinas, lalu pindah ke Setraduta per 12 Juni 2018," ujar Aher.

KPK telah memanggil Aher pada 20 Desember 2018 dan 7 Januari 2019 sebagai saksi untuk Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap Meikarta. Namun Aher tak menghadiri panggilan itu karena menyatakan surat belum diterima.

Menurut KPK, surat selama ini dikirim ke alamat Aher di Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung. KPK juga menyatakan telah menghubungi nomor telepon seluler Aher tapi tak direspons. Belakangan, Aher menyatakan sedang banyak pikiran sehingga tak merespons panggilan telepon dari KPK. (haf/fdn)