Pabrik Desalinasi Diserang, Iran Balik Hantam Pangkalan Militer AS di Bahrain

Pabrik Desalinasi Diserang, Iran Balik Hantam Pangkalan Militer AS di Bahrain

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2026 23:32 WIB
People stand near a damaged building after Israeli strikes on Beiruts southern suburbs on Wednesday, following renewed hostilities between Hezbollah and Israel amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, Lebanon, March 5, 2026. Picture taken with a mo
Foto: Ilustrasi perang di Timur Tengah (REUTERS/Ahmad Al Kerdi)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa pasukan militer Amerika Serikat (AS) tengah menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm. Pabrik itu digunakan untuk mengubah air laut menjadi air minum.

Dilansir Aljazeera, Sabtu (7/3/2026) Abbas Araghchi mengatakan tindakan AS itu merupakan 'kejahatan yang terang-terangan dan putus asa'. Akibat serangan itu, pasokan air untuk desa-desa di Iran terganggu.

"Pasokan air di 30 desa telah terganggu," kata Araghchi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran," imbuhnya.

Tak tinggal diam, Iran membalas serangan itu dengan menargetkan pangkalan militer AS yang terletak di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan bahwa sirene serangan udara berbunyi, dan telah mengimbau warga untuk tetap tenang dan mencari perlindungan.

"pangkalan militer AS di Juffair, Bahrain, dengan rudal berbahan bakar padat dan cair," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

(wnv/wnv)



Berita Terkait