Kasus Mafia Bola, Polisi Lengkapi 3 Berkas Johar Lin Eng-Mbah Putih

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 05 Jan 2019 16:27 WIB
Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Kanavino-detikcom)
Jakarta - Polisi masih menyelidiki kasus mafia sepakbola Indonesia yang dilaporkan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Dari empat tersangka yang sudah ada, polisi memisahkan jadi tiga berkas.

"Berkas perkara kasus laporan korban Lasmi menjadi 3 berkas perkara. Berkas 1 tersangka Anik (Anik Yuni Artika Sari) dan tersangka Priyanto, berkas 2 tersangka Johar, dan berkas 3 tersangka DI (Dwi Irianto) alias Mbah Putih," kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono, lewat keterangannya, Sabtu (5/1/2019).


Johar, Priyanto, dan Anik ditangkap pada Kamis (27/12/2018) lalu. Sehari kemudian mereka ditahan di Polda Metro Jaya. Sementara Mbah Putih ditangkap pada Jumat (28/12/2018). Sama seperti ketiga tersangka lain, Mbah Putih ditahan di Polda Metro Jaya.

Polisi mengajukan perpanjangan masa penahanan atas keempat tersangka. "Keempat tersangka sudah diajukan perpanjangan penahanan untuk 40 hari ke depan ke kejaksaan," kata Argo.


Diberitakan sebelumnya, polisi menyebut anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng punya peran yang tak berbeda dengan Mbah Putih yang menjabat anggota Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Mbah Putih berperan sebagai broker yang merupakan perantara antara pemesan skor dan wasit yang mau diajak 'kerja sama' dan klub sepakbola.

Sementara Priyanto merupakan anggota komisi wasit. Anik yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah anak Priyanto.


Polisi mengatakan tersangka Johar Lin Eng, Priyanto, dan Anik Yuni Artika Sari diduga terlibat dalam pengaturan skor di Liga 3 di Jawa Tengah. Salah satunya terlibat dalam pengaturan skor laga Persibara Banjarnegara.

Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola menerima laporan dari manajer klub Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani terkait dugaan pengaturan skor. Laporan itu terkait adanya sejumlah pihak yang meminta uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.


"Setelah dilakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi dan setelah dilaksanakan mekanisme gelar perkara maka pada 24 Desember 2018 telah dinaikkan ke penyidikan," kata Argo dalam keterangannya, Rabu (26/12).

Laporan Lasmi Indaryani itu teregister dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM, tanggal 19 Desember 2018, tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Suap dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU RI No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Terlapor dalam kasus ini adalah PY dan AYA dkk.



Tonton juga ' Satgas Anti Mafia Bola Terima 278 Laporan':

[Gambas:Video 20detik]

Kasus Mafia Bola, Polisi Lengkapi 3 Berkas Johar Lin Eng-Mbah Putih
(jbr/fdn)