detikNews
Rabu 02 Januari 2019, 17:43 WIB

BNPB: 33 Kecamatan di Sukabumi Rawan Longsor di Januari Ini

M Guruh Nuary - detikNews
BNPB: 33 Kecamatan di Sukabumi Rawan Longsor di Januari Ini Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menunjukkan tingkat kerawanan longsor di daerah Sukabumi (Foto: M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Bencana longsor terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Sukabumi.

"Sukabumi ini kejadian dari tahun 2009 sampai 2018 bencana yang paling sering adalah tanah longsor, ada 132 kejadian longsor. Nomor 2 puting beliung, nomor 3 banjir, dan sebagainya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jalan Raya Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (2/1/2018).


Berdasarkan data BNPB selama 10 tahun terakhir itu, diketahui wilayah Sukabumi memang rawan longsor dalam level menengah sampai tinggi. Wilayah tersebut berpotensi longsor saat curah hujan di atas normal.

"Jadi apa yang terjadi di Sukabumi, Kecamatan Cisolok itu menengah sampai dengan tinggi. Arti menengah sampai dengan tinggi ini daerah yang memiliki potensi terjadinya longsor atau gerakan tanah, jika curah hujan di atas normal," kata Sutopo.


Sutopo menjelaskan potensi longsor yang tinggi namun tak diikuti dengan pemahaman masyarakat soal daerah rawan bencana. Masyarakat masih mendapatkan informasi minim terkait kondisi rawan bencana tersebut.

Sutopo mengatakan lokasi longsor di Kampung Cimapag material tanahnya ialah tanah yang poros atau meterial rombakan. Tanah jenis ini memang subur untuk lahan pertanian. Kondisi ini membuat masyarakat yang bermata pencaharian petani bermukim.


Tapi daerah tersebut punya kemiringan lereng 30 derajat atau cukup terjal, sebetulnya wilayah tersebut lebih tepat untuk dijadikan kawasan konservasi bukan kawasan budidaya.

"Jadi ini adalah fenomena bencana alam, tetapi faktor antropogenik dalam hal ini, di mana daerah-daerah yang seharusnya kawasan konservasi menjadi kawasan lindung karena kemiringan lerengnya melebihi 30 derajat, saat ini sudah berkembang menjadi kawasan budidaya," tuturnya.

"Beberapa daerah longsor yang menimbulkan korban di Sukabumi pernah terjadi di 2001 dan 2015 dan kejadian kemarin. Ini menunjukan bahwa longsor pasti terjadi terutama di daerah yang tadi," sambung dia.


Sutopo mengatakan di musim hujan ini, ada 33 daerah di Sukabumi yang rawan longsor. Ada juga wilayah yang berpotensi longsor dan memicu banjir bandang.

"Ini ada tabel dari Kabupaten Sukabumi dengan 33 kecamatan yang merupakan daerah bahaya menengah dan daerah bahaya tinggi longsor pada bulan Januari 2019. Kemudian ada sekitar 8 kecamatan yang merupakan daerah yang berpotensi terjadinya longsor yang kemudian memicu banjir bandang," ucap dia.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com