Blak blakan

Pakai Kotak Kardus, Berapa Anggaran Pemilu 2019 Bisa Dihemat?

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 25 Des 2018 11:39 WIB
Ketua KPU Arief Budiman saat Blak blakan dengan detikcom (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Kotak suara Pemilu 2019 menggunakan bahan karton atau kardus kedap air. Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan salah satu pertimbangan adalah soal efisiensi.



Menurut Arief, semangat KPU adalah menyelenggarakan Pemilu dengan murah. "Murah untuk penyelenggara Pemilu dan murah juga bagi peserta Pemilu," kata Arief kepada Tim Blak blakan detikcom.

Di dalam regulasi yang ada, Arief menyebut ada beberapa ketentuan yang memungkinkan KPU membuat Pemilu murah dan peserta tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Dua hal yang setidaknya bisa dihemat dari penyelenggaraan Pemilu 2019 menurut Arief adalah pengadaan kotak suara dan bilik suara.



Arief mengatakan untuk pengadaan kotak suara, misalnya, pagu anggaran dari pemerintah sekitar Rp 948 miliar. KPU kemudian melakukan pengecekan ke lapangan dan membuat harga perkiraan sendiri sekitar Rp 500 miliar dan setelah dilelang ternyata kebutuhan untuk pengadaan kotak suara hanya sebesar Rp 298 miliar.

"Karena salah satunya pakai karton itu. Aluminium (harganya) bisa tiga kali lipat lebih mahal," kata Arief.

Bilik suara di Pemilu 2019 juga menurut Arief rencananya menggunakan karton (kardus) kedap air. Sebelumnya di Pemilu 2014 bilik suara menggunakan aluminium.

Menurut Arief, anggaran untuk bilik suara juga bisa ditekan lebih murah dengan menggunakan karton kedap air. Dari sekitar Rp 190 miliar pagu angaran yang disediakan, Arief menyebut anggaran bisa dihemat kurang lebih 50 persen atau separuhnya.

Selengkapnya soal penghematan anggaran di Pemilu 2019, saksikan Blak blakan Ketua KPU, "Mengapa Kotak Kardus" di detikcom, Selasa 25 Desember 2018 pukul 13.00 WIB.

(erd/dhn)