10 Orang Karyawan Koperasi RSUD Tarakan Meninggal Akibat Tsunami Banten

Roland - detikNews
Minggu, 23 Des 2018 22:37 WIB
GUbernur Anies di RSUD Tarakan Foto: Roland/detikcom
GUbernur Anies di RSUD Tarakan Foto: Roland/detikcom
Jakarta - Karyawan koperasi RSUD Tarakan, Jakarta Pusat sedang berada di Carita, Banten ketika tsunami menerjang. Sepuluh orang karyawan meninggal.

"Baru saja kita menjenguk korban tsunami di Banten. Kita semua merasa berduka dan kehilangan, atas wafatnya, pada saat ini ada 10 orang. 5 jenazahnya saat ini masih ada di Tarakan, 5 sudah dibawa keluarga," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies di RSUD Tarakan, Jalan Kyai Caringin, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu (23/12/2018).



Anies mengatakan malam ini 18 korban tsunami akan tiba di RSUD Tarakan. Dia juga menjelaskan saat ini RSUD Tarakan merawat 11 orang korban tsunami, sembilan diantaranya adalah karyawan koperasi RSUD Tarakan, dan dua lainnya warga DKI.

"Kemudian korban saat ini ada 18 dalam perjalanan ke Jakarta. Di sini (RSUD Tarakan) 11 yang dirawat, 9 (di antaranya) keluarga besar Tarakan, 2 adalah warga DKI. Saat ini kebijakan kita adalah semua warga DKI yang di sana, siap kota angkut bawa ke sini, dibawa ke Tarakan," jelasnya.

Dia menuturkan semua biaya korban yang berada di RSUD Tarakan akan ditanggung, termasuk yang meninggal semuanya akan dicover oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Bagi yang dari rumah sakit Tarakan, kalau tidak kita rujuk ke rumah sakit yang lain. Semua biaya yang terkait pengobatan, dan lain lain, yang termasuk yang meninggal seluruhnya dicover oleh pemprov DKI," tegas Anies.



Dirut RSUD Tarakan, Dian Ekowati, mengatakan para karyawan berada di Carita untuk mengikuti gathering tahunan. Mereka juga mengajak keluarganya.

"Jadi kami di sini ada koperasi karyawan, dan koperasi karyawan setiap akhir tahun memang ada acara gathering dengan karyawan dan keluarganya. Tahun ini mereka ke carita." ucap Dian.




Tonton juga ' Band Seventeen dan Ade ''Jigo'' Jadi Korban Tsunami Anyer ':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/bag)