Beda Keterangan Dahnil dan Kemenpora soal Duit Kemah Rp 2 M

Kanavino Ahmad Rizqo, Usman hadi - detikNews
Rabu, 28 Nov 2018 22:10 WIB
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Jakarta - Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berbeda pernyataan dengan pihak Kemenpora soal anggaran Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Dahnil mengaku sudah mengembalikan duit itu. Namun pihak Kemenpora mengaku belum menerimanya.

Pengembalian duit Rp 2 miliar itu diketahui dari Polda Metro Jaya. Pengembaliannya dilakukan bertepatan juga dengan pemeriksaan Dahnil di Polda Metro Jaya terkait kasus dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017.

"Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora. Hari ini mengembalikan," kata Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/11/2018).




Kemenpora mengklaim sudah melakukan pengecekan internal terkait pengembalian duit itu. Hasilnya, Kemenpora memastikan belum menerima duit tersebut.

"Belum ada, baru saya cek, kontak PPK-nya, pejabat pembuat komitmennya, yang membuat perjanjian dengan Pak Fanani (Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam, Ahmad Fanani) itu," kata Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa S Broto saat dihubungi detikcom, Rabu (28/11/2018).

Gatot mengatakan pihaknya tidak tahu ke mana Pemuda Muhammadiyah mengirimkan duit Rp 2 miliar itu. Menurut dia, pengembalian uang kepada lembaga negara mempunyai aturan tersendiri.




Gatot menjelaskan, jika Pemuda Muhammadiyah ingin mengembalikan uang, mereka harus berkoordinasi dengan PPK lebih dulu. Setelah itu, PPK akan berkomunikasi dengan bagian keuangan Kemenpora untuk menerbitkan billing number.

"Ke Kemenpora hanya melaporkan tanpa harus membawa uangnya. Nanti sama Kemenpora dikasih billing number. Billing number itu ke bank berapa, ke nomor berapa, harus setor ke kas negara," papar Gatot.

Gatot justru mempertanyakan pengembalian duit itu. Pengembalian uang, menurut Gatot, biasanya dilakukan jika ditemukan kelebihan pembayaran.

"Biasanya jarang pengembalian kayak gitu, yang ada pengembalian karena, misalnya, temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dikenali ada kelebihan pembayaran dan sebagainya," ujarnya.




Dahnil juga sudah merespons pernyataan Gatot yang menyebut pihaknya belum menerima duit Rp 2 miliar itu. Dahnil menuturkan, duit itu dikembalikan dalam bentuk cek.

"Kami sudah kirim cek, ya," ujar Dahnil saat dimintai konfirmasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (28/11/2018).

Pernyataan Dahnil diperkuat oleh Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Irfannusir Rasman. Irfan mengaku dialah yang menyerahkan cek itu langsung ke Kemenpora.

"Kami sudah mengembalikan untuk diproses. Saya yang mengantar ke Kemenpora itu berupa cek," tuturnya.




Kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 saat ini tengah diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menyebut ada dugaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) fiktif dari Pemuda Muhammadiyah.

Selain Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor juga menerima duit kegiatan itu. Namun Polda Metro Jaya memastikan tidak ada penyimpangan yang dilakukan GP Ansor. (zak/haf)