Pertemuan Ma'ruf dengan Komunitas difabel tersebut berasal dari Bandung dan komunitas difabel yang berada di bawah Pusat Studi Layanan Difabel (PSLD) di Universitas Brawijaya di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/11/2018) mulai pukul 16.51 WIB.
Pertemuan itu sendiri berlangsung tertutup. Ada 25 penyandang disabilitas buta dan tuli yang bertemu dengan Ma'ruf hari ini.
Usai pertemuan, Ma'ruf diberi lukisan bergambar dirinya yang mengenakan sarung, jas, dan peci dengan tulisan 'Difabel Bersama Abah'. Lukisan serupa tersebut terdiri atas dua versi, lukisan kanvas karya Noval dan lukisan digital karya Fikri.
Keduanya adalah penyandang disabilitas tuli dan merupakan mahasiswa seni rupa Universitas Brawijaya. Ma'ruf juga membubuhkan tanda tangannya di kedua lukisan tersebut.
"Jadi hari ini kebetulan saya terima kasih kepada mereka dikasih gambar-gambar, dikasih karikatur yang luar biasa sekali. Apalagi ditulis 'Difabel Bersama Abah'. Artinya itu sangat menyentuh hati saya," ujar Ma'ruf.
Lukisan tersebut akan dilelang dalam rangka Hari Difabel Sedunia dan akan disumbangkan ke komunitas difabel. Ma'ruf juga memberikan serban kepada dua pembuat lukisan, seorang penghafal Alquran yang menyandang disabilitas buta, dan cucu Ma'ruf, Ahmad Fathi Khalidi yang juga seorang penyandang disabilitas tuli. (haf/haf)











































