DetikNews
Rabu 21 November 2018, 16:28 WIB

Masalah DPT hingga Hoax Dianggap Bisa Picu Memanasnya Pemilu

Dwi Andayani - detikNews
Masalah DPT hingga Hoax Dianggap Bisa Picu Memanasnya Pemilu Foto: Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Bawaslu mengatakan terdapat tahapan dan isu yang membuat suasana pemilu menghangat. Di antaranya terkait daftar pemilih tetap (DPT) hingga soal berita hoax.

"Sisi rawan di antaranya dua yang utama terkait tahapan yaitu soal DPT dan juga soal pemilihan di hari H, ini yang terkait kerawanan tahapan murni. Menjadi potensi menghangatkan suasana tahapan," ujar Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, dalam diskusi 'Antisipasi Naiknya Suhu Politik Pemilu Serentak 2019', di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).
Afif menyebut penetapan DPT masih diperpanjang karena adanya masalah kegandaan. Hal ini yang menurut Afif berpotensi memanaskan suasana pemilu.

"Khusus untuk DPT yang masih kita rekomendasikan untuk penundaan sebulan. Dengan catatan karena masih adanya 6 provinsi yang belum ditetapkan karena belum sinkronnya data. Termasuk asumsi kita pada pleno awal itu menyoal kegandaan, waktu 16 September masih menyoal kegandaan juga. Ini membenarkan asumsi kami, bahwa daftar pemilihlah yang salah satu menjadi potensi menghangatkan suasana tahapan," kata Afif.

Afif mengatakan potensi memanasnya suasana juga dapat terjadi pada hari pemungutan suara. Hal ini karena proses pemilihan berlangsung secara serentak.

"Kedua soal pemungutan suara di hari H, ini juga menjadi pengingat buat penyelenggara. Akan ada dampak tambahan rekrutment penyelenggara termasuk di lapas gimana pembuatan TPS, yang UUnya tidak menyiapkan langsung aturan pembuatan TPS, karena aturannya memilih di tempat terdekat, termasuk di rumah sakit," kata Afif.
Tak hanya itu, relawan yang tidak terorganisasi dengan baik juga akan menimbulkan masalah dalam pemilu. Sebab, terkadang ada relawan yang tidak terdata di tim kampanye.

"Temen-temen relawan tidak terorganisasikan atau kadang-kadang kita tanyakan ke tim kampanye resminya tidak dalam radarnya. Nah ini kadang-kadang menambah keriuhrendahan yang menghangatkan tahapan kampanye," kata Afif.

Selain itu, soal berita hoax juga menjadi potensi kerawanan.

"Hal baru yang masuk menjadi potensi kerawanan dan potensi menghangatkan suasana ini yaitu berita hoax, saya kira ini situasi yang terbaru atau kalau kita lihat lima tahun belakangan tidak semeriah ini dan ini berpotensi menghangatkan keadaan," sambungnya.


Saksikan juga video 'KPU Dirikan 69 RIbu Posko Atasi Masalah DPT':

[Gambas:Video 20detik]


(dwia/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed