DetikNews
Rabu 21 November 2018, 11:42 WIB

Warga Pulomas Demo Minta Anies Cabut Kepgub Penutupan Lahan

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Warga Pulomas Demo Minta Anies Cabut Kepgub Penutupan Lahan Massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Warga Kampung Baru, Pulomas, Jakarta Timur, berdemo di Balai Kota. (Fida/detikcom)
Jakarta - Massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Warga Kampung Baru, Pulomas, Jakarta Timur, berdemo di Balai Kota untuk memprotes penutupan jalan oleh PT Nurdin Tampubolon Farm (PT NTF) sejak 2017. Massa meminta Gubernur DKI Anies Baswedan mencabut keputusan gubernur yang diteken Djarot Saiful Hidayat.

Massa berdemo di depan gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). Mereka membawa atribut dan mengenakan pakaian serba putih.

"Pak Djarot kemarin demisioner penerus Pak Ahok, kami meminta Pak Anies cabut Kepgub tersebut," sebut salah satu orator.


Warga meminta tidak ada penutupan akses jalan yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Menurut warga, penutupan akses jalan menyulitkan warga.

"Penutupan jalan menyusahkan warga," sebut orator.

Salah satu warga, Irdhana, menuturkan, penyerahan aset ke PT NTF tak memperhatikan pendapat warga. Dia meminta Anies bisa mengabulkan permintaan warga tersebut.

"Kami tak pernah setuju penutupan akses jalan," sebut Irdhana.


Permasalahan ini bergulir sejak tahun lalu. Warga Kampung Baru, RW 07, Kayu Putih, kesulitan jika ingin berpergian melalui Jalan Pulomas Selatan, Jakarta Timur. Pasalnya, akses menuju Jalan Pulomas Selatan itu ditutup dengan tembok-tembok beton.

Berdasarkan pantauan detikcom di Jalan Cemara Kampung Baru, RW 07, terlihat tembok beton setinggi 2,5 meter berdiri kokoh menutup akses jalan, Kamis (3/8/2017). Sementara itu, di balik tembok tersebut terhampar lahan kosong yang cukup luas.


Anggota DPR dari Fraksi Hanura, Nurdin Tampubolon, mengaku sebagai pemilik lahan kosong di balik tembok beton tersebut. Namun ia menampik jika dikatakan mempersulit warga terkait dengan akses ke jalan raya.

"Itu benar Jalan MHT milik pemda dulu dan mereka tak ada kesulitan masalah akses, aman semua," ujar Nurdin saat dihubungi, Kamis (3/8/2017).

Lahan kosong tersebut, kata Nurdin, akan digunakan untuk perkantoran. Ia juga mengaku sudah mensosialisasikan kepada warga soal akses jalan.

Di lokasi, tampak papan peringatan yang bertulisan 'Tanah ini milik PT NTF. Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk atau melintas'. Akibatnya, warga harus mengambil rute lebih jauh jika ingin ke Jalan Pulomas Selatan. Nurdin membantah soal adanya warga yang menolak karena akses jalan ditembok.

Djarot Saiful Hidayat, yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, mengatakan penutupan jalan di Kampung Baru, Pulomas, Jakarta Timur, sudah sesuai dengan prosedur. Djarot hanya menyesalkan tidak adanya sosialisasi dalam penutupan jalan tersebut.

"Harusnya dia sosialisasi. Jadi itu secara prosedur sudah saya cek betul ya. Itu sudah ada persetujuan dari RT, RW, warga setempat, itu sudah ada," kata Djarot di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (29/8/2017).


Simak Juga 'Anies Curhat Ngebet Punya Wagub DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(fdu/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed