DetikNews
Rabu 21 November 2018, 06:31 WIB

Anies Minta Doa Dapat Wagub

Indra Komara, Bagus Prihantoro Nugroho, Ferdinan - detikNews
Anies Minta Doa Dapat Wagub Mimbar di balairung Balai Kota DKI, yang kerap dipakai Gubernur atau Wakil Gubernur saat memberi keterangan pers. (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta - Hampir tiga bulan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri karena maju di Pilpres 2019. Gubernur DKI Anies Baswedan meminta doa agar segera didapatkan sosok yang mengisi kursi Wagub DKI.

"Izinkan saya menitipkan salam, salam kepada keluarga di rumah, sampaikan kepada semuanya, mohon kami didoakan menjalankan amanat ini sebaik-baiknya. Mohon didoakan agar bisa menuntaskan amanat ini sebaik-baiknya, apalagi sekarang sedang menjalankan amanatnya sendirian, belum ada pasangannya," kata Anies di hadapan jemaah Maulid Nabi di Monas, Jakarta, Selasa (20/11/2018).


Anies mengatakan tugas pemerintahan tak terganggu meski kursi wagub masih kosong. Sebab, sudah ada sistem yang berjalan di Pemprov DKI.

Dia mengatakan, jika posisi DKI-2 sudah terisi, Pemprov DKI akan lebih mudah memenuhi undangan yang masuk. Soal penentuan sosok wagub yang akan mendampinginya, Anies menyerahkannya kepada PKS dan Gerindra, yang mengusungnya di Pilkada 2017 lalu.


"Jadi, kalau kayak gini, jadi ingat, mudah-mudahan ada wakil supaya bisa mewakili, tapi bukan berarti tugas pemerintahan terganggu, kan sudah ada sistemnya. Yang terasa saat mewakili kegiatan," kata Anies.

Mengenai hal ini, PKS menilai, Anies, yang meminta doa dari warga, menunjukkan pentingnya posisi wagub. Ketiadaan wagub bisa membuat pekerjaan tersendat.

"Ketika pekerjaan seharusnya dikerjakan dua orang, tapi (hanya) ada satu orang, terjadi pincang, tapi pemerintahan tetap berjalan. Tugas-tugas yang seharusnya diwakilkan ke wagub, harus dikerjakan sendiri oleh Gubernur. Pelayanan-pelayanan ke bawah yang seharusnya bisa digantikan wagub, wagub nggak ada, mungkin kosong," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi, Selasa (20/11/2018).


PKS sendiri sudah mengajukan dua orang sebagai cawagub, yakni Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu. Sementara sejauh ini nama cawagub yang paling santer disodorkan Gerindra ialah Ketua DPD Gerindra M Taufik.

Salah satu anggota panitia seleksi Wagub DKI, Siti Zuhro, memastikan sudah ada nama Wagub DKI saat pergantian tahun. Jadwal fit and proper test cawagub DKI Jakarta akan dilakukan secara tertutup.

"Pastinya begitu, memang harus. Agar satu paket, ini yang menurut saya supaya ada bagi-bagi tugas," kata Siti saat dimintai konfirmasi oleh detikcom, Selasa (20/11/2018).


Siti diminta oleh Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik jadi salah satu anggota panitia seleksi pada Kamis (15/11) pekan lalu. Namun, hingga saat ini, dia belum diajak pertemuan lanjutan untuk membahas hal teknis.

Kursi Wagub DKI kosong setelah Sandiaga mengundurkan diri karena maju di Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto. Sandiaga resmi melepas jabatan Wagub DKI per Senin, 27 Agustus 2018.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed