DetikNews
Senin 19 November 2018, 23:18 WIB

Debat soal 'Gorengan' Harga Sembako

Tsarina Maharani, Andhika Prasetia - detikNews
Debat soal Gorengan Harga Sembako Presiden Jokowi (dok Biro Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih setiap hal menjadi bahan 'gorengan' di tahun politik, termasuk harga sembako. Pernyataan Jokowi ini didebat timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sedih juga kita, kalau sudah masuk ke tahun-tahun politik, apa pun 'digoreng'. Harga sembako 'digoreng'. Saya pribadi saja, Presiden Jokowi itu PKI. Coba dilihat di medsos. PKI itu dibubarkan tahun '65-'66, saya lahir tahun '61. Umur saya berarti baru 4 tahun. Nggak ada PKI balita," ujar Jokowi di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).


Jokowi mengaku kerap memperhatikan harga-harga saban hari. Para menteri dan kepala lembaga terkait biasanya langsung dipanggil ketika Jokowi melihat ada kenaikan bahan pokok. Dia memerintahkan untuk digelar operasi pasar.

"Kalau harga naik sedikit, Rp 100 perak saja, pasti detik itu juga saya akan telepon Kepala Bulog, akan saya telepon Menteri Perdagangan, saya telepon Menteri Pertanian. Hati-hati, harus ada operasi pasar untuk mengendalikan ini," katanya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Jokowi tidak menutup mata atas kondisi di lapangan. BPN menilai tidak fair jika keluhan warga justru disebut politisasi.

"Jangan sampai Pak Jokowi menyatakan yang disampaikan masyarakat itu politisasi. Kan kasihan masyarakat. Mereka mengeluh, tapi Pak Jokowi menutup mata dan bilang ini politisasi. Kan nggak fair ya. Seharusnya koreksi dan bekerja lebih keras lagi," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan.


Andre menjelaskan selama ini Prabowo-Sandiaga kerap menerima keluhan dari masyarakat soal harga bahan pokok. Hal itu, sebut dia, menjadi dasar program perbaikan ekonomi Prabowo-Sandiaga.

Menurut Andre, Jokowi harus bekerja lebih keras. Sebab, saat ini kinerja Jokowi untuk mengendalikan harga sembako belum dirasakan.

"Faktanya masyarakat mengeluh kan. Berarti kan kinerjanya nggak dirasakan masyarakat," tutur politikus Gerindra itu.


Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf membela Jokowi. Tim Prabowo disarankan sering berkunjung ke pasar.

"Sebaiknya tim Prabowo-Sandi turun ke pasar-pasar, memastikan bahwa harga sembako terkendali dan terjangkau oleh ibu-ibu rumah tangga. Jangan hanya ngomong saja," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan.

"Terus kalau harganya terjangkau, jangan buat pengakuan aneh-aneh dengan menyebut uang Rp 100 ribu hanya dapat bawang-cabai," lanjut dia.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed