NasDem Sindir PKS soal 'Visi-Misi Prabowo Dipotong Politik Genderuwo'

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 18 Nov 2018 08:59 WIB
Ketua DPP NasDem Irma Suryani (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - PKS menilai kurang 'bunyinya' visi-misi capres Prabowo di masyarakat salah satunya karena dipotong isu politik 'genderuwo' Jokowi. NasDem lantas menyindir PKS dengan mengutip perumpamaan 'buruk rupa cermin dibanting'.

"Inilah yang namanya buruk muka cermin dibanting. Memangnya kritisi dan jelek-jelekan program Jokowi itu visi-misi ya?" kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada detikcom, Sabtu (17/11/2018).


"Justru jokowi bilang politik genderuwo itu karena memang program kerjanya cuma nakut-nakutin rakyat saja selama ini, tempe setebal bata dibilang setipis ATM, bahan-bahan pokok terkendali dan normal dibilang harga-harga pada naik dan mahal, tahun 2030 Indonesia bubar," tuturnya.

Irma menilai PKS memutarbalikan fakta dengan menyebut statemen-statemen Jokowi menjadi penyebab 'tenggelamnya' visi-misi Prabowo.

"Gimana nggak disebut politik sontoloyo kalau kerjanya nuduh sana sini. Nggak punya program nyalahin Jokowi dan bilang programnya nggak bunyi karena statemen-statemen Jokowi. Jago banget memang mempolitisasi dan bolak balik fakta," tegas Irma.


Sebelumnya Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin menyebut ada sejumlah alasan kenapa visi-misi Prabowo-Sandiaga dianggap tak sampai ke masyarakat. Pertama, tidak adanya ruang yang cukup untuk menyampaikan visi-misi secara baik ke publik.

Suhud kemudian menuding, tidak tersampaikannya visi-misi paslon yang diusung partainya itu karena terdistraksi isu lain yang tidak substansial. Misalnya, 'politik sontoloyo', 'politik genderuwo', hingga 'budek-buta' yang dilontarkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"(Visi-misi Prabowo-Sandiaga) Banyak dipotong oleh selorohan tidak penting oleh Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin, seperti 'politik sontoloyo', 'politik genderuwo', maupun 'buta-tuli' sehingga publik terseret pada isu-isu gimmick saja," katanya, Sabtu (17/11).


Sehari sebelumnya Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengakui visi-misi Prabowo-Sandiaga cukup jelas andai ditengok di dokumen. Namun, Andi menyebut, visi-misi itu tidak keluar dan tersampaikan ke rakyat saat Prabowo atau Sandi berkampanye.

"Kalau visi-misinya yang di dokumen cukup jelas. Tapi dalam kampanyenya tidak bunyi," kata Andi saat dimintai konfirmasi, Jumat (16/11) malam.


Simak Juga 'Praktisi sebut Ada Tiga 'Genderuwo' Ekonomi, Maksudnya?':

[Gambas:Video 20detik]


NasDem Sindir PKS soal 'Visi-Misi Prabowo Dipotong Politik Genderuwo'
(rna/abw)