DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 09:50 WIB

Gerindra Disebut 'One Man Show', PKS Ungkap Bagi Peran Koalisi

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra Disebut One Man Show, PKS Ungkap Bagi Peran Koalisi Mardani Ali Sera. Foto: Adhi Wicaksono.
Jakarta - Kontestasi Pilpres 2019 dinilai jadi ajang 'one man show' Partai Gerindra di tengah eksistensi Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. PKS menepis anggapan tersebut.

"Yang komen nggak tahu kondisi. Dalam rapat semua selalu punya posisi yang sama," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dikonfirmasi, Jumat (16/11/2018) malam.



Mardani lalu mengungkapkan soal bagi-bagi peran di koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bagaimana pembagian perannya?

"Bahkan urusan teritori diserahkan ke PKS. Urusan media banyak kawan PAN. Urusan relawan kawan-kawan Berkarya. Teman-teman Demokrat banyak di juru bicara dan juru debat dan materi kampanye. Pak Djoko Santoso saat memimpin selalu memberi kesempatan untuk semua," jelas Mardani.

Koalisi Prabowo-Sandi juga dianggap tengah dilanda kegaduhan lantaran saling ungkit janji politik antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Awalnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyinggung janji Demokrat mengampanyekan Prabowo-Sandi. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono menilai pernyataan Muzani kurang elok.

Bagi Mardani, apa yang terjadi antara Demokrat dan Gerindra merupakan dinamikan biasa. Dia mengaku malah senang dan tetap yakin ada pergantian presiden lewat Pilpres 2019.

"Ada dinamika malah bagus. Kita perlu dynamic equilibrium keseimbangan yang dinamis. Malah bagus buat kedewasaan koalisi kita. Kami yakin 2019 ganti presiden. Prabowo-Sandi insyaallah dilantik," tutur Mardani.

Sementara itu, Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin mengatakan, setiap partai memang perlu bersiasat agar lolos parlemen di Pileg yang berbarengan dengan Pilpres pada 2019. Suhud memaklumi sikap SBY dan menyebut tak ada kegaduhan di tubuh koalisi Prabowo-Sandi.

"Setiap partai memang harus menyiasati agar perolehan suara partai untuk legislatif (DPR) signifikan dan lolos parliamentary threshold 4%. Saya kira yang dilakukan Pak SBY sama seperti partai-partai lain, yaitu untuk mendorong kerja mesin partai dan juga para caleg agar bekerja optimal," ucap Suhud.

"Di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi komunikasi berjalan intensif. Hampir setiap minggu kami melakukan pertemuan, mungkin yang perlu diintensifkan adalah pertemuan formal di level ketua umum," tuturnya.

Riak-riak kegaduhan dalam kubu Prabowo Subianto mulai tampak saat Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjawab janji kampanye yang disinggung Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Kegaduhan ini dinilai karena posisi Gerindra yang terkesan 'one man show' di koalisi.

"Ini efek 'one man show'-nya Gerindra, ketika posisi-posisi strategis alat pemenangan pemilu disapu bersih, saat itu juga Gerindra tidak memiliki bargain position untuk memaksa teman-teman koalisi," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada wartawan, Jumat (16/11).



Simak video 'SBY Prediksi Partai Bisa Anjlok Tanpa Capres, PKS Tak Setuju':

[Gambas:Video 20detik]

Gerindra Disebut 'One Man Show', PKS Ungkap Bagi Peran Koalisi

(gbr/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed