DetikNews
Jumat 16 November 2018, 20:21 WIB

LSI Denny JA: Mungkin FPI Belum Familiar dengan Dunia Riset

Mochamad Zhacky - detikNews
LSI Denny JA: Mungkin FPI Belum Familiar dengan Dunia Riset Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, merespons pernyataan kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang menyebut survei LSI Denny JA tentang pengaruh ulama-ulama dibayar. Adjie menyebut tudingan seperti itu sudah menjadi kebiasaan, terlebih jika disampaikan oleh pihak yang merasa dirugikan.

"Di Indonesia, sudah semacam kebiasaan dari pihak mana pun, jika ada survei yang dinilai secara subjektif oleh mereka merugikan, maka survei dituduh ditunggangi atau dibayar. Tidak pernah bicara atau mengkritik metodologinya," kata Adjie dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (16/11/2018).




Adjie juga memaklumi pernyataan yang disampaikan Munarman. Menurutnya, pernyataan 'miring' itu disampaikan karena FPI belum familiar dengan dunia riset.

"Namun kami bisa memahami mengapa FPI merespons seperti itu. Karena mungkin FPI belum familiar dengan dunia riset atau survei perilaku pemilih," terang Adjie.

Terkait survei tentang pengaruh ulama-ulama, Adji menuturkan, responden yang dipilih tidak berasal dari satu kelompok. Namun, Adjie memastikan hasil survei LSI Denny JA bisa dipertanggungjawabkan.




"Survei LSI bukan survei yang respondennya ulama atau jemaah organisasi Islam. Survei LSI adalah survei nasional, respondennya pemilih secara luas yang isinya bisa saja pemilih yang tergabung dalam organisasi Islam maupun pemilih yang tidak tergabung dalam organisasi. Jadi persepsi bisa saja beragam," papar Adjie.

"Semua survei LSI bisa dipertanggungjawabkan. Bisa cek track record LSI dari tahun 2004," imbuhnya.

Sebelumnya, Munarman menganggap survei LSI Denny JA soal pengaruh sejumlah ulama di Indonesia sebagai modus adu domba. Munarman lalu mengimbau seluruh anggota dan simpatisan FPI tidak menyampaikan pernyataan yang kontroversi mengenai hasil survei itu.

"Kepada jajaran pengurus serta simpatisan FPI serta pencinta HRS (Habib Rizieq Syihab), jangan mau masuk jebakan soal peringkat buatan LSI tersebut. Jangan mau dipancing untuk membuat pernyataan kontroversi tentang survei LSI. Apalagi HRS dibanding-bandingkan dengan ulama lainnya," kata Munarman melalui pesan WhatsApp, Jumat (16/11).

Munarman juga sempat menyebut survei LSI dibayar. Menurutnya, hasil survei LSI sesuai dengan kemauan yang membayar.

"LSI (kok) didengerin. Survei berbayar itu, hasil sesuai yang order," kata kuasa hukum FPI Munarman saat dimintai tanggapan, Rabu (14/11).
(zak/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed