DetikNews
Kamis 01 November 2018, 14:32 WIB

Novel Minta Pelaku Teror Segera Diungkap: Presiden Jangan Takut

Haris Fadhil - detikNews
Novel Minta Pelaku Teror Segera Diungkap: Presiden Jangan Takut Acara 500 Hari Teror pada Novel Baswedan di KPK (Foto: Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan kembali meminta agar pelaku teror penyiraman air keras padanya ditangkap. Dia juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan.

"Saya harap Bapak Presiden tidak takut untuk mengungkap ini. Kalau Bapak Presiden tidak takut, tentu masalahnya tidak ada lagi," ujar Novel di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Novel menyampaikan hal itu dalam acara peringatan 500 hari sejak penyerangan padanya terjadi. Novel pun menyebut penyerangan bukan hanya pada dirinya.

"Dalam kasus saya pribadi, saya diserang, kembali saya ingatkan, saya diserang sehubungan dengan tugas-tugas saya dalam pemberantasan korupsi dan sampai sekarang upaya itu tidak diungkap sebagaimana mestinya. Tentunya saya menduga ada ketakutan untuk diungkap sebagaimana mestinya. Ketakutan yang semestinya nggak boleh terjadi," ujar Novel.

Novel kemudian menyampaikan bila pegawai KPK lainnya pernah diculik, diteror secara fisik, rumahnya dipasangi bom, mobilnya disiram air keras, hingga diancam akan dibunuh. Semua itu menurut Novel harus menjadi perhatian negara.




"Ini semua menjadi hal yang harusnya jadi perhatian tapi hal ini pernah diusut tidak pernah dibawa dalam proses formal bahkan saya meyakini banyak di antara kita yang tidak tahu," kata Novel.

"Kewenangan itu ada pada Polri tapi Polri juga perlu didukung atau didesak atau dipaksa oleh Bapak Presiden untuk mau mengungkap dengan benar tidak hanya dibiarkan ketika sekian lama proses tidak diungkap, maka itu sudah cukup untuk menunjukkan ketidakseriusan, ketidak-ada-kemauan," imbuh Novel.

Selain itu, Novel juga menyinggung peran pimpinan KPK. Dia meminta agar pimpinan KPK juga benar-benar memberikan perhatian lebih pada pegawainya.

Sebelumnya, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada 11 April 2017. Dia kemudian harus menjalani rangkaian operasi untuk memulihkan matanya. Lima ratus hari berlalu, pelaku teror itu belum juga terungkap. Kepolisian menyatakan proses pengungkapan kasus terus dilakukan.


Saksikan juga video 'Novel: Sejak Awal, Polisi Tak Mau Ungkap Kasus Saya!':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed