Kenalkan, Ini Anggota DPR Inggris yang Mahir Bahasa Indonesia

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 22 Okt 2018 14:00 WIB
Anggota parlemen Inggris Richard Graham bersama Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Meutya Hafid (Foto: Istimewa)
Jakarta - Pertama kalinya dalam sejarah, bahasa Indonesia diucapkan dalam sidang parlemen Inggris. Adalah Richard Graham, anggota parlemen Inggris yang sempat menyampaikan pendapatnya dalam bahasa Indonesia saat bersidang.

"Teman yang membantu saat dibutuhkan adalah teman sebenarnya. A friend in need is a friend indeed," begitu ucap Graham, Rabu, 10 Oktober 2018.



Seperti apa sosok Richard Graham?

Selain anggota parlemen, Graham menjabat penasihat khusus Perdana Menteri Inggris bidang Perdagangan dengan ASEAN dan Indonesia. Rupanya Indonesia bukan negara yang asing buat Graham.

Dia pernah tinggal di Indonesia selama dua tahun, Desember 1980 hingga Februari 1982. Kala itu dia menjadi Asisten Manajer Cathay Pacific di Indonesia.

Graham merasa sedih, setiap kali berkumpul dengan rekan kerja dan sahabat beberapa kali tak mengerti bahasa Indonesia yang mereka ucapkan. "Yang membuat saya itu karena sedih sekali kalau tinggal di Indonesia tetapi tidak bisa mengerti apa saja yang dibicarakan," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (20/10/2018).



Dia pun belajar bahasa Indonesia dengan seorang guru bernama Tetty Sihombing. "Guru saya, Ibu Tetty Sihombing, juga mengajar Sir Richard Gozney, dubes kami di Jakarta dulu," lanjut Graham.

Dia mengaku belajar bahasa Indonesia selama 15 bulan. Selain dengan Tetty, Graham belajar secara informal dengan rekan-rekannya yang kebetulan warga Indonesia. Salah satu teman akrab Graham adalah desainer batik mendiang Iwan Tirta.

"Hampir semua teman-teman saya waktu itu memang orang Indonesia, jadi lebih gampang belajar. Sayang sekali ada beberapa (teman), seperti Iwan Tirta, yang sudah tidak ada lagi," ucap Graham.

Dalam penelusuran detikcom, setelah tak lagi menjadi Asisten Manajer Cathay Pacific, Graham pernah beberapa kali ke Indonesia. Pada 7-8 Januari 2013, dia bersama tujuh pejabat diutus langsung oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Indonesia.

Mereka menjadi utusan perdagangan Inggris untuk negara-negara terpilih dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Richard ditugaskan sebagai Wakil Perdagangan Pemerintahan Inggris untuk Indonesia. Dia pun sempat berkunjung ke DPR RI.

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Meutya Hafid, pada Kamis pekan lalu, sempat bertemu dengan Graham di London, Inggris. Dia pun memberikan kesaksian soal sosok anggota parlemen Inggris yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

"Sempat ikuti viral bahasa Indonesia dalam sidang parlemen Inggris? Inilah Richard Graham. Ia meminta sidang parlemen UK memberi perhatian pada Palu. Permintaannya dijawab oleh PM Theresa May dengan menambah jumlah bantuan utk Palu. Tadi diskusi dgn beliau, amat hangat orangnya," kata Meutya dalam akun Twitter-nya seperti dilihat, Senin, 22 Oktober 2018.

Kepada detikcom, Meutya mengaku pertemuan itu sifatnya informal saja. Kebetulan saat itu dia sedang melakukan kunjungan ke London. Oleh salah satu kolega, Meutya difasilitasi untuk bertemu dengan Richard.

"Kami diskusi tentang hubungan Indonesia-Inggris. Sambil mengucapkan terimakasih atas perhatian yang begitu besar dari Richard dan parlemen Inggris (untuk Palu)," kata Meutya. (erd/jat)