Sindikat Narkoba Beralih Selundupkan Pil Happy Five ke Indonesia

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 05 Okt 2018 17:00 WIB
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Polisi mengatakan perdagangan gelap narkoba jenis Happy Five mulai marak. Hal ini diduga karena aparat banyak menangkap sindikat narkoba jenis sabu.

"Peredaran pil Happy Five mulai memasuki pasaran Indonesia, mengingat penyelundupan narkoba jenis sabu sudah banyak yang tertangkap via pantai timur Sumatera," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (5/10/2018).


"Pasokan sabu saat ini digantikan dengan Happy Five," sambung dia.

Di pekan pertama Oktober 2018, sebagai gambaran, polisi telah menggagalkan peredaran 12.422 pil Happy Five. Barang bukti ini milik satu kelompok bandar di Medan Petisah, Sumatera Utara.


"Tersangka atas nama inisial EM, IR, dan DN. Mereka ditangkap 28 September 2018, sekira pukul 13.20 WIB oleh tim dari Unit II Subdit III Direktorat Reserse Narkoba," jelas Eko.

Eko menerangkan semula polisi hanya mendapat barang bukti 257 pil Happy Five. Namun polisi melakukan pengembangan penyidikan.

"Disimpan di ransel. Jadi ada plastik warna kuning untuk melapisi, dilapisi lagi plastik biru, yang ternyata di dalamnya ada 14 bungkus Happy Five," tandas Eko.


Terkait pengungkapan kasus, Eko menuturkan jajarannya telah menangkap 24 bandar dan 366 pengedar dari jenis narkoba yang berbeda selama sepekan.

"Untuk barang bukti sabu turun 51,9 persen dibanding minggu lalu, dari 54.343 gram menjadi 26.193," tandas Eko.




Tonton juga 'Ungkap Dua Modus Baru, BNN Gagalkan Penyelundupan 220 Kilo Sabu':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/jbr)