DetikNews
Senin 01 Oktober 2018, 09:51 WIB

KPK Panggil Sekda Labuhanbatu Jadi Saksi Suap Bupati Pangonal

Haris Fadhil - detikNews
KPK Panggil Sekda Labuhanbatu Jadi Saksi Suap Bupati Pangonal Foto: Ari Saputra
Jakarta - KPK memanggil Sekda Labuhanbatu, Ahmad Muflih Nasution, terkait kasus dugaan suap Bupati Labuhanbatu nonaktif Pangonal Harahap. Dia dipanggil sebagai saksi.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka PH (Pangonal Harahap)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (1/10/2018).
Selain Muflih, KPK memanggil tiga saksi lainnya. Mereka adalah pihak swasta Harkat Hasibuan, Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance Rantau Prapat, Sendi Ilham, dan Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance Medan II, Ronald Simaremare.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Pangonal sebagai tersangka suap. Selain Pangonal, KPK menetapkan orang kepercayaannya, Umar Ritonga, dan pengusaha Effendy Sahputra.
Effendy disebut mengeluarkan cek senilai Rp 576 juta yang dicairkan di BPD Sumut oleh orang kepercayaannya berinisial AT. Duit pencairan cek ini kemudian dititipkan kepada petugas bank, lalu diambil Umar.

Sekitar pukul 18.15 WIB, Umar datang ke bank mengambil uang Rp 500 juta dalam tas keresek yang dititipkan kepada petugas Bank Sumut. Tapi Umar kabur saat akan ditangkap. KPK sudah mengirimkan surat kepada Polri untuk memasukkan Umar dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Juli 2018 lalu.

Kini, KPK mengatakan sedang mendalami dugaan aliran duit Rp 46 miliar kepada Pangonal. KPK juga menelusuri aset-aset terkait kasus dugaan suap kepada Pangonal.



Saksikan juga video 'Ungkapan Maaf Eks Anggota DPRD Sumut Tersangka Suap Gubernur Gatot':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed