Politikus PDIP ke HNW soal Revolusi Mental Jokowi: Buka Mata Hati

Politikus PDIP ke HNW soal Revolusi Mental Jokowi: Buka Mata Hati

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 27 Sep 2018 13:55 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (Dok MPR)
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid memandang revitalisasi revolusi mental tak sesuai dengan janji kampanye Jokowi pada 2014. Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menyayangkan pernyataan itu.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu heran jika Hidayat tak mendukung revolusi mental. Mengingat, Hidayat merupakan Wakil Ketua MPR RI yang juga harus turut menyukseskan program itu demi Indonesia yang lebih baik.

"Dengan segala hormat untuk Hidayat Nur Wahid, bukalah mata hati dan pikiran, jika negara lain memuji bangsa kita, kenapa Anda tidak?" kata Gus Falah dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (27/9/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Gus Galah, seharusnya Hidayat paham bahwa revolusi mental bukan program instan. Semua pihak, menurutnya, harus mendukung upaya Jokowi melanjutkan program yang bertujuan mewujudkan peningkatan taraf peradaban bangsa.

"Revolusi mental adalah fondamen di dalam upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Revolusi mental bukan program jangka pendek lima tahunan. Program itu memerlukan jiwa dan rasa yang memahami amanat penderitaan rakyat," ujarnya.

Dia juga menjelaskan tolok ukur suksesnya revolusi mental bukanlah dari rasa personal. Kesuksesan revolusi mental harus dilihat dari cakupan yang lebih luas.

Gus Falah memberi contoh kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018. Menurutnya, suksesnya Asian Games 2018 merupakan salah satu bukti kesuksesan revolusi mental sehingga banyak mendapat pujian dunia.

"Revolusi mental juga mengakar pada harkat dan martabat bangsa. Pak Jokowi menggelorakan itu. Pembukaan Asian Games yang penuh dengan tradisi kebudayaan itu adalah bagian revolusi mental," kata Gus Falah.


Dalam visi-misi capres-cawapres 2019, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menekankan revitalisasi revolusi mental. Hidayat Nur Wahid memandang revitalisasi revolusi mental tak sesuai dengan janji kampanye Jokowi pada 2014.

HNW juga memandang wajar jika revolusi mental ingin dilanjutkan. Menurut HNW, ini semacam pengakuan tak langsung bahwa revolusi mental gagal.

"Jadi kalau itu dimunculkan kembali bahwa ada semacam pengakuan memang kemarin belum sepenuhnya sukses," sebut HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9).



Saksikan juga video 'PDIP: Ini Bukti Gagasan Kwik Kian Gie Diterapkan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads