"Soal Revolusi Mental itu kan sebenarnya bukan gerakan yang sifatnya seperti membalikan telapak tangan," kata Ace kepada wartawan, Rabu (26/9/2018).
Ace menjelaskan Revolusi Mental bukan sekadar pelatihan atau sosialisasi. Revolusi Mental, sebut dia, merupakan suatu sistem nilai dalam mengubah cara pikir.
"Revolusi Mental itu bukanlah sesuatu yang sifatnya pelatihan, sosialiasi tetapi ini soal bagaimana membangun jati diri bangsa, berpikir sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila. Nah ini tidak bisa dilakukan lima tahun tapi ini proses yang berkelanjutan terus menerus," ujarnya.
Dalam dokumen visi dan misi Jokowi-Ma'ruf, masih tertulis soal 'Revolusi Mental'. Frasa ini juga jadi jargon Jokowi dalam Pilpres sebelumnya, yang kebetulan juga berhadapan dengan Prabowo Subianto.
Pada visi dan misi kali ini, Jokowi dan timnya menekankan pada revitalisasi Revolusi Mental. Revitalisasi itu juga mencakup perubahan mental karakter bangsa.
Saksikan juga video 'Golkar Sebut Kisruh Bulog vs Mendag Tak Jadi Konsumsi Publik':
(tsa/fdn)