DetikNews
Senin 24 September 2018, 17:57 WIB

PPP soal Paguyuban Korban Rezim Jokowi: Kalau Pemilu Kreativitas Naik

Tsarina Maharani - detikNews
PPP soal Paguyuban Korban Rezim Jokowi: Kalau Pemilu Kreativitas Naik Sekjen PPP Arsul Sani (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon sempat menerima kedatangan Buni Yani untuk membahas Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi (PKKPRJ). PPP menyebut kreativitas individu kerap meningkat menjelang pemilu.

"Ya kan kalau pemilu memang kreativitas setiap orang meningkat tajam, gitu, ya," kata Sekjen PPP Arsul Sani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2018).


Namun Arsul tak mau membuat penilaian terlalu dini soal wacana pembentukan PKKPRJ itu. Menurut dia, hal semacam itu tak dilarang selama berada di koridor hukum.

"Membuat paguyuban perkumpulan apa pun itu bagian dari kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin konstitusi kita. Jadi silakan saja. Toh, nanti yang dilihat masyarakat adalah dalam konteks apa dan apa paguyuban itu," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin itu.


"Kalau sepanjang itu untuk kebaikan, ya, monggo. Tapi kalau sebagai kelompok pressure, ya kita lihat apakah dalam koridor hukum atau tidak," imbuh Arsul.

Buni Yani menemui Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon siang tadi. Kedatangannya untuk membahas Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi (PKKPRJ).


"Pak Fadli rencananya mendukung kita membuat Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi. Jadi PKKPRJ singkatannya. Jadi itu yang sedang ingin kami bikin dengan Pak Fadli," ujar Buni Yani.

Paguyuban itu, kata Buni, akan berisi orang-orang yang dinilai menjadi korban kriminalisasi dan persekusi pada rezim Jokowi. Misalnya, dirinya yang disebutnya sebagai korban kriminalisasi.
(tsa/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed