DetikNews
Jumat 21 September 2018, 20:10 WIB

Anies Kecewa Pengajuan Modal Pipanisasi PAM Ditolak DPRD DKI

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Anies Kecewa Pengajuan Modal Pipanisasi PAM Ditolak DPRD DKI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Pengajuan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 1,2 triliun bagi PMA Jaya untuk membangun pipanisasi ditolak DPRD DKI. Gubernur DKI Anies Baswedan menyayangkan penolakan tersebut.

"(Pipanisasi) bisa mandek itu, iyalah perlu dana kan itu. Itu sangat disayangkan Dewan bersikap seperti itu," kata Anies di Hotel Westin, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018).


Anies mengatakan dana yang diajukan adalah untuk menyediakan air bersih kepada warga. Anies heran atas penolakan tersebut.

"Yang lebih disayangkan adalah pipa ini buat rakyat kecil, hari ini tidak punya air bersih. Kalau mereka (Dewan) tidak menyetujui, terus mereka berpihak kepada siapa? Ini pipa air bersih untuk rakyat kecil, yang hari ini per hari bisa habis Rp 20 ribu untuk beli," ujarnya.


Anies berkomitmen untuk menghentikan swastanisasi air dengan menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, PAM terus melakukan reformasi untuk menghentikan swastanisasi air.

"Putusan MA itu sudah final, sekarang sudah final. Jadi menurut saya, satu pandangan yang tidak menyadari ketidakurgennya air bersih," sebutnya.


Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Saefullah mengatakan beberapa pengajuan anggaran untuk APBD Perubahan 2018 ditolak DPRD DKI. Pengajuan dana yang ditolak antara lain Jakpro sebesar Rp 2,3 triliun, PAM Jaya Rp 1,2 triliun, dan Food Station Tjipinang Rp 85,5 miliar.

"Jakpro, PAM Jaya, dan Food Station Tjipinang batal mendapatkan PMD pada APBD Perubahan," kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).


Jakpro rencananya mengajukan anggaran untuk membangun LRT fase II. PAM mengajukan anggaran untuk membangun instalasi air bersih.

Sementara itu, Perumda Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, PD Sarana Jaya, PD PAL Jaya, dan MRT Jakarta mendapat dana sebesar Rp 10,9 triliun dari sebelumnya Rp 5,9 triliun.
(fdu/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed