DetikNews
Jumat 21 September 2018, 12:00 WIB

Kemenkum DKI Bikin Tim Khusus Telusuri Pesta Narkoba di LP Cipinang

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kemenkum DKI Bikin Tim Khusus Telusuri Pesta Narkoba di LP Cipinang Foto: andi saputra
Jakarta - Artis Polo mengungkapkan ada pesta narkoba dan dugem di sel selama dirinya menghuni Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkum HAM) DKI menanggapi kabar tersebut.

"Itu mungkin Mas Polo masuk ke dalam itu tahun berapa ya? Itu mungkin sudah cukup lama ya tentu kita berbenah terus," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta Bambang Sumardiono di acara coffee morning, di Lapas Narkotika, Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (21/9/2018).


Bambang mengaku kini telah menggandeng sejumlah instansi untuk terus melakukan sidak di lapas, salah satunya dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia pun memastikan untuk sekarang ini tidak akan ditemukan lagi narkoba di dalam lapas.

"Kita berkoordinasi dengan BNN tidak ada henti-hentinya insyaallah sekarang tidak ada. Pak Menteri (Yasonna Laoly) bilang untuk narkoba, no comment tindak tegas," ucapnya.


Bambang menambahkan pihaknya juga membentuk tim khusus untuk menyelidiki kabar adanya pesta narkoba dan dugem di Lapas Cipinang. Dia mengatakan saat ini tim sedang bekerja.

"Kami sekarang sudah bentuk tim khusus baik dari Kanwil DKI maupun inspektorat jenderal untuk menelusuri apa betul nggak sih apa yang dinaikkan di Mata Najwa itu. Ini masih dalam proses itu karena itu ribuan orangnya kamarnya juga banyak di situ sekarang masih jalan," tuturnya.


Bambang pun mengakui saat ini pengawasan di lapas di wilayah DKI masih sangat minim. Sedangkan, Bambang menyebut penghuni di lapas sendiri kini sudah melebih kapasitas yang seharusnya.

"DKI Jakarta hari ini berisi 17.500 (napi), kapasitas hanya 5.831 (napi), petugas kami juga terbatas. Khusus Salemba yang hari ini berisi 4.197 (napi) petugasnya satu regu hanya 33 orang. Ini tentunya bukan mengatakan kami itu wah tidak mungkin ada, tidak. Kami berusaha semaksimal mungkin dengan jumlah petugas minim ini untuk berusaha bagaimana apa yang dikatakan barang terlarang tadi khususnya narkoba tidak masuk ke dalam rutan ataupun lapas di DKI Jakarta," terang dia.



Saksikan juga video 'Kemenkum: Maaf Pak Jokowi dan Rakyat Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed