DetikNews
Kamis 20 September 2018, 13:24 WIB

Kata KPK soal Kemungkinan Buka Penyelidikan Baru Kasus BLBI

Haris Fadhil - detikNews
Kata KPK soal Kemungkinan Buka Penyelidikan Baru Kasus BLBI Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Nasib pengembangan perkara pemberian Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) pada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) ada di tangan KPK. Seperti apa kelanjutannya?

Dalam perkara tersebut, KPK baru menjerat satu orang, Syafruddin Arsyad Temenggung, selaku mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Syafruddin pun saat ini tinggal menunggu vonis.




Dia didakwa merugikan negara sebesar Rp 4,5 triliun terkait penerbitan SKL BLBI. Syafruddin pun sempat menyinggung nama-nama lain yang disebutkan dalam surat dakwaannya tapi belum ditersangkakan KPK. Beberapa nama itu adalah Dorojatun Kuntjoro-Jakti, Sjamsul Nursalim, dan Itjih S Nursalim.

Indikasi pengembangan perkara yang dilakukan KPK tampak ketika satu dari 3 nama itu tiba-tiba muncul ke KPK pada Senin, 17 September lalu. Dialah Dorojatun, yang memang beberapa kali sudah dipanggil KPK untuk menjadi saksi bagi Syafruddin. Lalu, apa benar KPK tengah membuka penyelidikan baru?

"Kita lihat saja," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang masih meninggalkan tanya, Kamis (20/9/2018).




Alexander malah kemudian membahas kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut yang terungkap dalam sidang. Dia menyebut kerugian keuangan negara tidak mungkin hanya dinikmati orang per orang.

"Kemarin kan si Syarifuddin di persidangan seperti apa perkembangannya? Kemarin kan jelas ada kerugian negara Rp 4 triliun. Kerugian negara itu yang menikmati siapa, Sjamsul Nursalim kan. Pemberantasan korupsi nggak hanya memenjarakan orang, tapi bagaimana juga kita mengembalikan kerugian negara itu," kata Syafruddin.
(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed